logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 26 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Bulog Dinilai Tak Serius

SEMARANG-Kejatuhan harga gabah di tingkat petani terjadi karena Perum Bulog tidak serius melakukan pembelian. Pantauan di lapangan oleh HKTI menunjukkan lembaga itu hanya menyerahkan mekanisme pembelian kepada kontraktor.

''Bulog berkesan tidak punya urusan pada harga gabah yang jatuh di sejumlah daerah di Jateng,'' kata Ir Gatot Adjisoetopo, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jateng, kemarin.

Bagi kontraktor, lanjut dia, kondisi demikian dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan besar dengan mematok harga beli di tingkat petani serendah-rendahnya.

Kenyataan itu menyebabkan pembelian gabah oleh Bulog melalui kontraktor tetap tidak akan mampu mendorong kenaikan harga.

''Selama Bulog masih terlalu ketat menerapkan persyaratan kualitas gabah, wajar nasib petani tidak pernah tertolong," tegas dia.

Pantuan HKTI di Kabupaten Demak, Grobogan, Kudus, Pati, dan Jepara, kata dia, hingga kemarin harga gabah kering giling masih tetap bertahan antara Rp 800 dan Rp 1.000/kg.

''Harga tersebut di bawah harga dasar yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 1.500/kg untuk gabah kering giling,'' tambahnya.(G2-53)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA