logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 26 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Jetro Carikan Pasar Mebel Jateng

SEMARANG- Japan External Trade Organization (Jetro) kembali meluncurkan program bantuan bagi para pengusaha mebel di Jateng serta mencarikan pasar.

Bantuan kali ini bukan berupa dana, melainkan pelatihan pengelolaan manajemen perusahaan, pelatihan cara kerja pembuatan mebel, serta pengelolaan industri pengolahan kayu berkualitas ekspor.

Yuji Nakayama, perwakilan Jetro di Semarang mengatakan, selama ini produsen mebel dinilai masih kurang memenuhi standar internasional.

Apalagi saat ini tuntutan terhadap kualitas makin tinggi, sehingga bila tidak diimbangi peningkatan pengetahuan dan keterampilan maka bakal kalah bersaing dengan negara lain.

''Pelatihan sistem kerja oleh tenaga-tenaga ahli Jetro akan memberikan materi yang sesuai dengan prosedur teknik dan penggunaan teknologi mesin berstandar internasional,'' ujar Yuji di sela-sela workshop di Patra Semarang, kemarin.

Namun, lanjut dia, yang paling penting adalah membantu mencarikan pasar bagi pengusaha mebel Jateng. Saat ini, persaingan pasar mebel baik di Jepang maupun negara-negara lain sangat ketat.

''Karakteristik tiap-tiap negara pun berbeda, sehingga produsen mebel perlu mengantisipasi sejak sekarang. Konsultasi pasar itulah yang akan diberikan Jetro,'' jelasnya.

Program kerja sama itu, ujar dia, merupakan pilot project organisasinya yang kali pertama dilakukan di negara ASEAN. Jateng dipilih selain sebagai sentra produksi mebel, juga daerah bahan baku kayu. ''Mebel Jateng perlu diupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas produksinya, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar Jepang,'' ungkap dia.

Tahap Awal

Yuji mengemukakan, bantuan konsultasi itu merupakan tahap awal dan kemudian akan dilanjutkan ke tahap-tahap berikutnya baik menyangkut jaminan pasar mebel di Jepang, karakter pasar, tingkat kebutuhan maupun alih teknologi serta rencana investasi di Jateng.

''Pasar Jepang sangat membutuhkan pasokan berbagai produksi hasil industri dan UKM dari Jateng. Selain harga murah, bahan baku sangat berkualitas meskipun desain dan warna masih rendah terutama pada mebel dan barang berbahan baku kayu,'' jelasnya.

Pengusaha mebel Jateng, ujar dia, unggul di produksi tetapi lemah pemasaran. Keminiman informasi menjadi penyebab peluang ekspor ke Jepang sia-sia. (G2-53j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA