
| Jumat, 26 Maret 2004 | Ekonomi |
BTN Salurkan KPR Bersubsidi Rp 1,32 TriliunSEMARANG-Tahun ini Bank BTN akan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebanyak 60 ribu unit rumah melalui sekitar 200 kantor cabangnya di seluruh Indonesia. Subsidi setara Rp 1,32 triliun tersebut dilakukan bekerja sama dengan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah untuk mewujudkan program rumah sejuta unit. Demikian dikemukakan oleh Siswanto, Direktur Kredit Bank BTN, di sela-sela penyerahan hadiah utama rumah Rp 1 miliar Undian Tabungan Batara di kantor Jalan MT Haryono, kemarin. Acara itu dihadiri oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto, Komisaris Bank BTN Daryono Rahardjo, dan Kepala Cabang Bank BTN Semarang Sulis Usdoko. Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto kepada pemenang yang merupakan pegawai Pemerintah Provinsi Jateng. Pemenang rumah Rp 1 miliar adalah Wurdiati, sedangkan pemenang hadiah uang Rp 75 juta Sismiyadi. Ajukan Tambahan Menurut Siswanto, jika terjadi peningkatan permintaan atas KPR bersubsidi yang ditawarkan kepada masyarakat, Bank BTN akan mengajukan tambahan kepada Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. ''Sudah ada 25 bank yang ingin menyalurkan KPR bersubsidi bekerja sama dengan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Bank BTN mendapat kepercayaan menyalurkan 50% lebih dari KPR bersubsidi itu,'' tandasnya. Pihaknya memperoleh kepercayaan karena dinilai telah berpengalaman dalam penyaluran KPR di Tanah Air, sehingga di mana-mana masyarakat mengetahui Bank BTN menyalurkan KPR. Siswanto mengungkapkan sejak Februari lalu banknya sudah menurunkan suku bunga KPR, yakni kredit komersial 15%, sedangkan KPR bersubsidi mulai 6%, 8%, hingga 10%. ''Tipe rumah KPR bersubsidi yang umumnya sangat disukai masyarakat adalah 22 dan 29,'' jelasnya. Kredit perumahan, menurut dia, diperkirakan akan meningkat sejalan dengan perkembangan perekonomian. KPR yang macet di Bank BTN kecil, yakni hanya sekitar 3%. Ia mengakui meskipun secara kuantitatif Bank BTN kecil dibandingkan dengan bank umum lainnya yang lebih besar dan maju, namun teknologi yang digunakan tidak ketinggalan. ''Dalam waktu dekat kami akan mengembangkan SMS Banking,'' jelasnya. Sementara itu, Kepala Cabang Bank BTN Semarang Sulis Usdoko menyatakan di Jateng akan disalurkan 2.000 unit rumah sederhana bersubsidi. Nilai kredit rata-rata tiap rumah Rp 25 juta hingga Rp 30 juta dengan bunga untuk kelompok sasaran satu 10%, dua 8%, dan tiga 6%. ''Untuk lebih memperkenalkan program KPR bersubsidi kepada masyarakat kami telah menyosialisasikan ke beberapa daerah. Sampai Maret ini telah terealisasi KPR bersubsidi 670 unit rumah di Jateng,'' tuturnya. (H2-53) |