
| Jumat, 26 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Rp 6,8 Miliar Dana Stimulan DiserahkanBATANG - Bupati Bambang Bintoro SE menyerahkan bantuan Rp 6,8 miliar ke masyarakat. Dana stimulan itu betul-betul sebagai pengejawantahan niat pemerintah mempercepat pembangunan. "Ini bukan slogan, propaganda, program kosong, atau kata-kata tanpa bukti. Ini wujud tekad pemerintah dan DPRD untuk bersama-sama masyarakat melaksanakan pembangunan. Inilah bukti bahwa dana stimulan untuk mempercepat pembangunan di desa-desa," ujar Bupati saat menyerahkan dana stimulan di pendapa kabupaten, kemarin. Acara itu dihadiri para kepala desa/kelurahan, alim ulama, pengurus gereja, dan tokoh masyarakat. Bupati menyatakan ada pula daerah lain menyerahkan dana stimulan untuk masyarakat, yakni Kabupaten Kendal. "Pak Hendy menyerahkan dana stimulan untuk irigasi Rp 20 juta," ujar dia. Dia menyatakan penyerahan dana stimulan tak akan terjadi bila tidak ada Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999. Melalui undang-undang itu bupati atau wali kota diberi keleluasaan mengelola keuangan dan personel di wilayah masing-masing. Dia mengemukakan ada dua kriteria bantuan ke masyarakat. Yaitu, dituangkan dalam APBD 2004 dan melalui kunjungan kerja. Namun proses untuk menguangkan panjang. "Bantuan ini saya berikan karena saat kunjungan kerja saya menyerap berbagai aspirasi warga, seperti permintaan renovasi masjid, gereja, gedung madrasah diniyah, pengaspalan jalan, serta perbaikan irigasi dan fasilitas umum. Ternyata kebijakan ini dituding sebuah partai sebagai kampanye Bupati. Karena itu saya bertanya, apakah kunjungan kerja itu diteruskan atau tidak?" ujar Bambang Bintoro SE, yang juga Ketua DPC PDI-P "Alas Roban". Hadirin serentak menjawab, "Terus!" Komitmen Dalam tahun anggaran 2004 dia menunjukkan komitmen untuk selalu berpihak kepada rakyat. Hal itu setidaknya dituangkan dalam program menggratiskan beaya berobat di puskesmas, pemberian buku paket SD/MI/SLTP senilai Rp 9 miliar. Selain itu juga memberi bantuan SPP gratis bagi anak-anak dhuafa senilai Rp 3 miliar. Bantuan kepada RSUD untuk berobat gratis bagi keluarga miskin senilai Rp 2,5 miliar, serta bonus untuk PNS sebesar Rp 600 ribu dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) senilai Rp 300.000 per orang. "Ini semua kami lakukan semata-mata untuk meningkatkan kesejateraan sekaligus dalam memberi spirit agar PNS maupun PTT itu bekerja profesional." Beberapa Kades yang dihubungi kemarin menyatakan setuju dan menyambut positif langkah-langkah bupati mengunjungi desa-desa. Karena dengan pemeberian dana stimulan itu, pembangunan di desa-desa bisa cepat dilaksanakan. "Desa kami Madugowongjati, Kecamatan Tersono merupakan desa yang lokasinya di tengah hutan, selama ini sudah sering mengajukan proposan untuk pembangunan. Tapi sampai capai, tidak pernah terelaisasi. Begitu bupati datang, bukan hanya rakyat yang senang, namun masjid, SD, TK, jalan serta kampung diberi bantuan. Karena itu kami Kades se Kecamatan Tersono setuju kalau kunjungan kerja dilanjutkan," ujar Kades Madugowongjati, Edi Yennurynato.(ar-17g) |