
| Jumat, 26 Maret 2004 | Budaya |
Ramai-ramai Menjadi VJMUDAHKAH menjadi seorang Video Jockey (VJ), seseorang yang beraksi di depan kamera sebagai penghantar pemirsa televisi menikmati sajian klip video musik? ''Mudah, kok. Audisinya hanya memperkenalkan diri, beri alasan jadi VJ, dan sudah putar klip,'' kata Communication Coordinator MTV, Elvira Debbie Novilli, di sela-sela audisi pemilihan VJ yang diselenggarakan tim MTV VJ Hunt 2004 di Semarang kemarin. Boleh jadi memang hanya seperti itu. ''Tapi pengetahuan tentang segala hal tentang musik, terutama perkembangannya, itu yang paling penting,'' tandas perempuan manis itu. Ya, terlepas dari syarat kemudahan dan kriteria pengetahuan soal musik, audisi yang sebelumnya juga digelar di empat kota (Palembang, Bandung, Medan, dan Surabaya) memperlihatkan minat besar anak muda untuk terlibat, atau katakanlah kepincut, menjadi seorang VJ. Audisi dua hari, Rabu-Kamis (24-25/3) yang didukung oleh MTV Sky 90,75 FM Semarang memperlihatkan antusiasme serupa. Hampir 500 anak muda usia 16-25 tahun sangat antusias mengikuti audisi. Tentu saja keterlibatan mereka dengan berbagai alasan, dari yang serius hingga coba-coba. Perlu dicatat, antusiasme itu tak terlepas dari kerja kru di MTV Sky Semarang. Pasalnya, mereka telah mempersiapkan dan menyosialisasikan acara itu selama beberapa waktu. Dari jumlah peserta yang hampir 500 orang, hanya akan dipilih satu atau dua orang yang akan menjadi satu dari 12 finalis. Memang, menjadi seorang VJ memiliki daya pikat yang besar bagi anak muda. Dan menjadi VJ di televisi musik teratas di Indonesia seperti MTV Indonesia yang beroperasi pada Global TV, juga sebuah daya pikat. Beberapa VJ top yang terjaring lewat ajang serupa mempertegas pikatan itu, misalnya Ketty Janur Sari, Arie Kuncoro, Daniel, Fikri, dan Alex Abbad. ''MTV memang lagi butuh seorang VJ. 12 finalis dari delapan kota tahun ini hanya akan memunculkan seorang VJ yang langsung terikat kontrak tiga bulan dengan MTV. Tapi tahun ini ada juga VJ favorit pilihan pemirsa lewat SMS,'' jelas Debbie. Dan bagi yang gagal, khususnya di Semarang, MTV Sky akan menggelar DJ Hunt. ''Kami akan membuka peluang anak muda untuk menjadi penyiar di MTV Sky,'' tutur Noor Anggraeni. (Saroni Asikin-79) |