
| Rabu, 24 Maret 2004 | Surat Pembaca |
Kepada Yayasan Sosial Soegijapranata
Berdasarkan berita di Seputar Semarang edisi 28 tanggal 24-1 Maret 2004, Desa Mendongan Sumowono Kabupaten Semarang memperoleh bantuan 100 ton beras dari Catholic Relief Services (ARS) Amerika dan proyek pengerasan jalan, saluran air, talud, pengadaan air bersih, dan MCK. Proyek tersebut penyalurannya melalui Yayasan Sosial Soegijapranata Semarang. Saya ingin tahu bagaimana caranya untuk memperoleh bantuan tersebut, karena desa kami masih tertinggal dan membutuhkan bantuan proyek pembangunan fisik. Di antaranya pengerasan jalan, pengadaan air bersih dan MCK, tepatnya di Dukuh Gluntangsari RT 2, 3/ RW I Desa Papasan, Bangsri, Kabupaten Jepara. Mohon yayasan memberi jawaban ke Jl Diponegoro 12 Salatiga atau lewat Surat Pembaca ini. Sutrisno K
*** Apriori atas Kesolidan Organisasi TNI
Tampaknya ada elemen dari anak negeri yang bersikap apriori atas kesolidan organisasi TNI, bahkan juga atas institusi Polri, seperti ada wacana agar jabatan Panglima TNI dihapus. Mungkin elemen terkait memiliki argumentasi yang mentah, belum teruji dan belum menjadi kajian dunia kampus atau Lemhannas. Terlepas dari produk kajian akademik, masyarakat paham benar dibanding misalnya parpol, organisasi TNI berpredikat tersolid. Sebutan ini sudah teruji dalam perjalanan sejarah bangsa. Tanpa malu-malu, atas fakta atau realitas ini, masyarakat sipil patut mengakui. Termasuk pelbagai unsur publik yang berslogan berkata akhir watch. Alasan pokok, menyangkut keutuhan wilayah NKRI. Rentan atau bercerai-berainya organisasi TNI, berarti NKRI berpeluang pecah berkeping-keping. Mungkin saja lahir berpuluh republik dan atau kerajaan versi lama dalam wujud baru. Bahkan bersegi tertentu, tanpa memperhitungkan kemangkusan dan kesangkilan pelbagai sumber daya nasional. Antara lain di era reformasi, masyarakat madani terjebak pada sistem multipartai. Berbahasa lugas, ideologi yang efektif dan efisien, yang semula terhitung simpel di mata komunitas mancanegara, dibuat ruwet dengan melahirkan banyak parpol. Paling tidak memperoleh mekanisme sistem pertahanan dan ketahanan bangsa. Sadar atau tidak, pada ujung-ujungnya memperbesar ketakberdayaan sistem pertahanan dan ketahanan masyarakat sipil itu sendiri menghadapi gempuran informasi global, berlanjut melintas institusi pertahanan dan keamanan. Terciptanya kesolidan dalam rangka keutuhan NKRI, tak terlepas dari dinamika sistem bangunan organisasi TNI yang antara lain mewarnai dengan kental keprofesionalan Dephan. Melekat struktur jabatan, baik segi titelatur maupun nomenklatur, yang telah teruji kemangkusan dan kesangkilannya sekitar empat dekade terakhir ini. Mempertahankan sistem yang telah teruji sepanjang perjalanan sejarah anak negeri, tanpa tawar-menawar lagi, merupakan sebuah keniscayaan bagi bangsa di mana masyarakat sipil berada di garis terdepan. Sungkowo Sokawera
*** Pelayanan Bank BNI Cabang Tegal
Beberapa waktu lalu saya mengirimkan uang kepada saudara lewat Bank BNI Cabang Tegal. Betapa terkejut dan sakit hati saya, begitu menyerahkan uang, dengan muka masam kasir berkata: ''Wah, uangnya banyak sekali''. karena dari Rp 800 ribu uang yang saya kirimkan terdapat pecahan kertas seribuan sejumlah seratus ribu rupiah. Dengan ketus saya disuruh menyusun kembali satu per satu dengan syarat susunan gambar harus sama. Saya adu argumentasi sebab di bank lain tidak seperti itu, tetapi dia bersikeras tidak mau menerima uang tersebut sebelum disusun baik dan benar. Jika tidak mau, saya disuruh pindah ke bank lain. Padahal saya bertransaksi di Bank BCA Cabang Tegal, dengan jumlah pecahan kertas ribuan yang lebih banyak, tetap dilayani tanpa saya harus menyusun kembali satu per satu (bukti setoran terlampir). Dengan kejadian ini, saya sebagai nasabah Bank BNI, merasa dikecewakan oleh pelayanan yang tidak simpatik tersebut. Maka saya dan suami sepakat menarik seluruh tabungan dan tidak lagi menjadi nasabah Bank BNI, karena kami tidak mau mengalami kejadian buruk yang serupa. Semoga hal ini menjadi perhatian bagi pimpinan Bank BNI untuk meningkatkan kualitas pelayanan, meskipun terhadap nasabah kecil seperti kami.
dr Andini Aridewi
*** Korban Papan Reklame
Saya warga Kota Semarang merasa senang dan tenteram dan salut kepada Bapak Wali Kota. Beliau dapat bekerja sama dengan DPRD, tokoh masyarakat, agama, dan warga memberikan pembinaan di kecamatan/ kelurahan dan bertemu dengan RW, RT, Ketua PKK, ketua Karang Taruna dan lainnya. Bapak Wali Kota saya menjadi korban papan reklame. Kira-kira satu tahun lalu saya berjalan dari Jl Kompol Maksum menuju Bangkong. Waktu itu paving dan batu berantakan jadi saya berhati-hati. Kaki saya selamat tetapi tiba-tiba jidat terbentur papan reklame yang terpasang mengganggu pejalan kaki. Saya melihat dahan dan ranting menutupi lampu jalan pertigaan di Jl Dr Soetomo (Kalisari/Pasar Bunga). Di sini sering terjadi kecelakaan terutama tidak disiplin pengguna jalan juga. Ada korban meninggal. Saya juga melihat penggalian tanah berulang kali di Jl Sidodadi di tempat yang sama. Mungkin PLN kemudian PDAM, kemudian Telkom terus apa lagi. Mudah-mudahan bekas galian tidak membuat pejalan kaki jatuh/terantuk batu/terpeleset. Saya juga melihat wisatawan lokal berfoto naik ke kaki Tugu Muda dengan latar belakang Lawangsewu. Kegiatan wisatawan menaiki kaki Tugu Muda: tidak dapat saya terima. Lawangsewu mengundang pesona wisatawan. Tetapi amit-amit tampak kumuh. Hampir semua gedung-gedung di Kota Semarang terlihat kotor, tidak terjamah cleaning service atau tak pernah tersentuh cat tembok. Beda jauh dengan Jakarta.Aman,tertib, lancar, asri, dan sehat . Alam Kota Semarang sudah bagus tinggal melestarikan. Selamat bekerja.
MR Ratmiyati
*** Klarifikasi dari Ny Nawangsih Gunawan
Sehubungan tulisan yang berjudul ''Hukum di PN Pati dan PT Semarang'' yang dimuat di Surat Pembaca, 22 Maret 2004 dengan ini saya Ny Nawangsih Gunawan, alamat Desa Gabus RT 5/ RW 4, Pati menyatakan merasa tidak pernah membuat tulisan tersebut. Atas tulisan itu berarti nama saya dipakai dan disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadinya. Dengan demikian nama baik saya dirugikan dan terjadi tindak pemalsuan tanda tangan saya.
Ny Nawangsih Gunawan |