
| Rabu, 24 Maret 2004 | Sala |
Impian Terwujud setelah Bupati Ganti Tiga KaliIMPIAN Wonogiri untuk mempunyai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) teknologi industri (dulu STM), telah lama dirindukan. Tapi impian itu kini baru dapat terwujud, setelah Wonogiri ganti tiga kali bupati yakni Bupati Drs H Oemarsono yang menjabat dua periode, Bupati Drs H Tjuk Susilo, dan Bupati H Begug Poernomosidi SH hingga sekarang. Peresmian penggunaan gedung perintisan SMK 2 Wonogiri, baru-baru ini dilakukan Bupati dengan ditandai penandatanganan prasasti. Dilanjutkan pengguntingan untaian melati oleh Ketua DPRD Heru Sakirno dan diteruskan dengan pembukaan perdana pintu gedung. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Drs Bambang Eko Sarwono MM menyatakan, dana dari APBD Wonogiri, bantuan APBD Jateng, dan dana APBN senilai Rp 4,35 miliar, digunakan untuk pengadaan alat praktik otomotif, mesin perkakas, pembangunan ruang teori, dan ruang administrasi serta ruang praktik. Adapun dana dari Komite Sekolah Rp 200 juta, digunakan sebagai penunjang operasional kegiatan belajar murid dan pembangunan infrastruktur. Gedung SMK itu terdiri atas 13 lokal ruang teori, dua gedung ruang administrasi, masing-masing satu unit ruang praktik mesin, praktik otomotif, dan komputer serta empat lokal kamar mandi/WC. ''Sampai saat ini jumlah siswa 343 anak, terdiri atas kelas I empat kelompok dan kelas II enam kelompok." Untuk tahun 2004 ini, Bambang menuturkan, APBD Wonogiri dan APBD Jateng mengucurkan dana Rp 1,2 miliar untuk membangun ruang kelas baru, infrastruktur, dan pengadaan mebel serta administrasi. ''Semua itu untuk kelengkapan sebuah SMK bercirikan teknologi industri, guna mempersiapkan sumber daya manusia yang siap pakai di bidang teknologi industri,'' ujarnya. Menurut dia, upaya perintisan SMK 2 Wonogiri ini memasuki tahun kedua dan berjalan satu tahun dua bulan, dari start peletakan batu pertama yang dulu dilakukan oleh Gubernur Jateng HM Mardiyanto, 28 Januari 2003. ''Tapi proses belajar mengajar murid, sudah dilakukan satu tahun delapan bulan,'' tuturnya. Sangat Kecewa Sementara itu Bupati H Begug Poernomosidi mengatakan, SMK 2 tak mungkin terwujud kalau tidak ada niat untuk berusaha secara keras. ''Terus terang, sejak awal saya sangat kecewa. Mengapa Wonogiri yang sudah lama mendambakan adanya SMK, tapi tak kunjung terwujud. Ini ironis, Wonogiri satu-satunya kabupaten yang tak punya STM negeri,'' ujarnya. ''Saya sampai protes langsung ke Menteri Pendidikan di Jakarta. Dalam kaitan ini, saya juga mengucapkan terima kasih pada Gubernur, yang memberikan bantuan sekaligus berjanji akan selalu mem-back up,'' tuturnya. Karena itu, ungkapnya, peresmian SMK 2 menjadi tonggak sejarah sehingga dari sini kelak lahir anak-anak bermutu yang menguasai teknologi industri. Bupati mengaku terlalu ambisius dalam menciptakan SMK tersebut. ''Sebab saya ingin pendidikan di Wonogiri menjadi yang terbaik di Jateng, syukur di Indonesia,'' ujarnya, disambut tepuk riuh hadirin. Karena itu ketika meninjau ruang praktik, Bupati meminta guru praktik dan tenaga instruktur teknik setempat dapat senantiasa profesional dalam menangani murid-muridnya. "Berikan bimbingan keterampilan teknologi sesuai dengan perkembangannya. Jangan berkutat pada teknologi manual yang konvensional."(Bambang Pur-14s) |