logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 24 Maret 2004 Sala  
Line

Rencana Pasar Sunggingan Berlantai Dua

Jangan Dibangun Menghadap ke Timur

PEMBANGUNAN pasar di Kabupaten Boyolali kini masih booming. Buktinya, setelah Pasar Candi Pengging, Kecamatan Banyudono, dan Pasar Boyolali dibangun, kini giliran Pasar Sunggingan, Kecamatan Boyolali, segera dibangun.

Pasar memang salah satu pusat perekonomian, sehingga wajar menjadi perhatian pemerintah kabupaten.

Pembangunan Pasar Sunggingan mempunyai nilai strategis, karena terletak di jantung kota. Selain itu potensinya berada pada urutan kedua setelah Pasar Boyolali. Jadi sangat beralasan jika membangun pasar yang diharapkan meningkatkan sektor perekonomian tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pasar Sunggingan FX Djoesto SE mengatakan, pembangunan pasar salah satu di antaranya untuk memenuhi keinginan pedagang. Berdasarkan survei salah seorang pengusaha bekerja sama dengan mahasiswa di Yogyakarta, sebagian besar pedagang di Pasar Sunggingan mendukung rencana pembangunan. Hanya, mereka berharap harga kios tidak terlalu mahal. Masalah harga memang sangat krusial dan ditunggu kepastian oleh para pedagang.

Jumlah pedagang di pasar itu, kata Djoesto, sekarang ini 1.074 orang. Adapun yang mempunyai surat izin dasaran tetap (SIDT) 1.165 orang. Jumlah los ada 103 buah dengan rincian 10 los dibiayai Inpres, 53 los dengan dana dari APBD, 35 los atas swadaya pedagang, dan lima los dari peninggalan Keraton Solo.

Biaya yang dianggarkan untuk pembangunan pasar sekitar Rp 4,2 miliar dari APBD. Pasar itu nanti akan dibangun dua lantai. Penataan kios atau los kini belum ditentukan masih menunggu sosialisasi.

Pasar Darurat

Djoesto mengatakan, nanti selama pasar dibangun, para pedagang ditempatkan pada pasar darurat di Lapangan Sunggingan yang terletak di belakang pasar. Pembangunan pasar darurat menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Dengan demikian pedagang tidak direpotkan atau dibebani biaya. ''Begitu pasar dibangun mereka tinggal menempati pasar darurat,'' ucapnya.

Mengenai harga kios, dia belum bisa menjelaskan. Yang pasti sesuai dengan ketentuan pedagang lama, hanya membayar 45% dari harga yang ditetapkan. Namun harga tetap itu sampai sekarang belum ditentukan. Yang pasti harga terjangkau dan tidak akan memberatkan pedagang lama dan baru.

Beberapa pedagang yang dimintai pendapatnya, mendukung rencana pembangunan pasar.

Menyinggung bentuk bangunan pasar, para pedagang mempercayakan kepada pemerintah kabupaten. Namun pasar hendaknya dibangun menghadap ke barat seperti sekarang ini. Dengan menghadap ke barat yakni ke jalan, suasana akan apik dan tertib.

''Jangan diubah atau dihadapkan ke timur. Itu akan merusak keindahan,'' kata salah seorang pedagang di Pasar Sunggingan.(Suti Harjoyo-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA