logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 24 Maret 2004 Sala  
Line

Khawatir Benturan, PBR Tak Gelar Kampanye

  • Buntut Penganiayaan Kader PKS

KOTA - Dengan alasan rasa solidaritas terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kadernya dianiaya kader PDI-P, Partai Bintang Reformasi (PBR) memutuskan tidak akan menggelar kampanye pada hari Rabu (24/3) ini.

Partai itu khawatir berbenturan dengan massa PDI-P. Sesuai dengan jadwal, PBR memang akan kampanye bersamaan hari dengan PDI-P, PKS, dan PDS.

"Ini untuk menyikapi kejadian penganiayaan dan asusila yang dilakukan simpatisan PDI-P terhadap kader PKS saat kampanye lalu. Kami tidak akan menggelar kampanye dalam bentuk apa pun, karena dipastikan akan bersinggungan dengan PDI-P. Kami akan memutuskan kebijakan dan langkah lain pada kemudian hari," kata Ketua DPC PBR Solo Yanni Rusmanto dalam rilis yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin.

Secara kebetulan, hari ini PDI-P akan kampanye besar-besaran sehubungan dengan kehadiran Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri di Solo. Mereka akan menggelar kampanye di Stadion R Maladi Sriwedari, dan dipastikan seluruh kader "moncong putih" itu akan tumpah ruah di Kota Solo.

Agak senada, Komando Brigade Hizbullah Partai Bulan Bintang (PBB) juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh anggota satgasnya, agar bersiaga sehubungan dengan kampanye PDI-P tersebut.

"Kami serukan kepada seluruh laskar Islam se-Surakarta, komponen perjuangan dan brigade yang lain, agar bersiap siaga di markas masing-masing, dalam rangka menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan sebagaimana kejadian pelecehan saat kampanye lalu," tandas Awod, Komandan Brigade Hizbullah PBB.

Beberapa pemilik toko di Jalan Veteran Solo menyatakan akan menutup tokonya pada saat kampanye PDI-P hari ini.

Pengalaman saat kampanye lalu, beberapa simpatisan PDI-P menjajakan kaus dan berbagai atribut ke toko-toko itu dengan harga sangat mahal.

Khawatir...

(Sambungan hlm 17)

"Kaus dijual Rp 45.000, padahal wujudnya tidak seberapa. Yang lain ada yang memaksa meminta uang. Saat diberi, ternyata dia malah memanggil rekan-rekannya agar juga dijatah uang," tutur salah seorang pemilik toko yang keberatan disebutkan namanya.

Kapolwil Kombespol Hasyim Irianto mengakui, kampanye PDI-P lalu berjalan lancar, namun ada beberapa orang yang melakukan tindakan tidak tertib.

Bahkan, ada SPBU yang tutup karena takut dimintai BBM gratis.

"Kami mengimbau kampanye kali ini lebih tertib, dan pemimpin parpol serta satgas mengendalikan anak buahnya. Kami akan melakukan razia secara terbuka dan tertutup," katanya.

Jangan Takut

Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. PDI-P akan menurunkan tim pencari fakta untuk mengamankan beberapa lokasi yang menjadi pusat perdagangan.

Juga akan menurunkan satgas PDI-P untuk ikut mengamankan kampanye. PDI-P akan menyisir simpatisan yang membawa senjata tajam, mabuk, atau membuka knalpot sepeda motor.

"Masyarakat tidak usah khawatir itu. Kami akan berusaha mengurangi penggunaan sepeda motor agar kampanye semakin tertib.

Kami akan menggunakan kendaran roda empat, agar tidak lagi berpawai dan konvoi. Massa juga tidak boleh melewati Jalan Slamet Riyadi, kecuali Purwosari ke barat," tuturnya.

Menurutnya, partai lain pun tidak perlu merasa ketakutan kalau terjadi hal-hal seperti kampanye lalu.

"Kami akan berusaha mengamankan sekuat tenaga, dan kami akan menindak tegas simpatisan yang melanggar larangan kami," ujarnya.(an,san,G13-86k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA