logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 24 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Yogyakarta Harus Menjaga Tradisi

YOGYAKARTA- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Hidayat Nur Wahid mengatakan, sebagai kota pendidikan Yogyakarta seharusnya menjaga tradisi melalui kepeloporan dalam pereformasian pendidikan nasional berbasis lokal yang sekarang menurun kualitas akademik dan akhlaknya.

Pernyataan Hidayat Nur Wahid itu disampaikan dalam kampanye di hadapan massa kader dan simpatisan PKS di halaman parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (23/3).

Seusai menggembleng kader dan simpatisan PKS, Hidayat Nur Wahid berkunjung ke Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen.

Hidayat Nur Wahid mengatakan, ada tiga alasan yang mengharuskan adanya reformasi pendidikan. Pertama, perkembangan SDM di Indonesia sangat rendah, di antara 175 negara di dunia, Indonesia pada posisi ke-112.

Kedua, mahalnya biaya pendidikan dirasakan rakyat karena anggaran pendidikan masih sangat rendah (tidak lebih dari 10%) dari APBN. Menurut dia, hal ini menunjukkan pendidikan masih dipinggirkan oleh pemerintah.

Alasan selanjutnya, kata Hidayat Nur Wahid, meningkatnya angka kriminalitas di Yogyakarta. Apalagi Yogya kini termasuk kota terbesar di Indonesia dalam peredaran narkoba. Hal itu ditambah dengan meningkatnya asusila di kalangan generasi muda.

Penguatan Budaya

Kepeloporan dalam reformasi ini, menurut Nur Wahid, harus didukung oleh penguatan budaya dan tradisi akhlak keagamaan yang bermuara pada keteladanan semua elemen masyarakat, baik kaum intelektual, ulama, pemerintah, swasta, mahasiswa, pelajar, maupun rakyat.

Bentuk kepeloporan itu adalah reformasi kebijakan yang propendidikan (anggaran pendidikan mencapai 20% dari APBN dan APBD, serta profesionalisme birokrasi). karena itu biaya pendidikan bisa dijangkau semua rakyat secara adil dan bermutu.

Selain itu, menyangkut revitalitas budaya pendidikan (seperti etos pengembangan ilmu pengetahuan, budaya kritis, tradisi akhlak kaum terpelajar, pendidikan generasi muda), dan penumbuhan budaya Jawa serta pariwisata yang mendukung pendidikan.

Hidayat Nur Wahid mengajak seluruh kader dan simpatisan PKS mendukung perjuangan reformasi pendidikan nasional di lembaga legislatif nanti. Salah satunya adalah kebijakan alokasi anggaran propendidikan (20% dari APBN).

Seusai mendengarkan orasi presiden PKS, ribuan kader dan simpatisan PKS pulang dengan tertib. Hidayat Nur Wahid lalu melakukan pertemuan tertutup dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen. (sgt-83i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA