
| Rabu, 24 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Diingatkan KPU, Haz Hanya Orasi 8 Menit
SEMARANG- Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz menegaskan, masyarakat jangan kembali lagi ke zaman pemerintahan Orde Baru. Kondisi bangsa Indonesia yang krisis harta dan akhlak saat ini tidak terlepas dari pemerintahan Orde Baru. ''Sekarang kita merasakan krisis harta dan krisis akhlak. Itu dibuat oleh siapa? Pemerintahan Orde Baru. Karena itu, sekarang jangan lagi kembali ke Orde Baru karena (pemerintahan) kita nanti bisa rusak,'' kata Haz di depan massa PPP yang memadati lapangan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Semarang, kemarin. Wakil Presiden itu menyampaikan orasinya saat kampanye hari ke-13. Selain Haz, hadir pula sejumlah tokoh PPP seperti KH Maemun Zubair dari Rembang, fungsionaris DPP Achmad Muqowam, Ketua DPW HA Thoyfoer MC, Mudrick M Sangidu, dan Ketua DPC Ali Mukti. Delapan Menit Dalam kampanye tersebut,Hamzah Haz yang juga Wakil Presiden tak mendapat perlakuan istimewa saat orasi di depan massa PPP. Karena datang terlambat di lokasi, KPU Jateng hanya memberi waktu delapan menit bagi Haz untuk pidato sebelum batas kahir kampanye pukul 16.00. ''Waktu kampanye dibatasi hingga pukul 16.00. Kalau melebihi batas waktu tersebut berarti termasuk pelanggaran kampanye. Waktunya sekarang tinggal delapan menit,'' kata anggota KPU Jateng Ari Pradhanawati kepada jajaran DPW dan DPP PPP sesaat setelah Hamzah Haz turun dari mobil di lokasi kampanye. Hamzah Haz pun mematuhi ketentuan dan tepat pukul 16.00 kegiatan kampanye bubar. KPU memuji sikap Haz yang mematuhi ketentuan, demikian pula massa pendukungnya, segera bubar dengan tertib. (G1,wid-83t) |