
| Rabu, 24 Maret 2004 | Olahraga |
Siap Bertindak FairSEMARANG- Ikrar para manajer tim peserta Liga Indonesia Bank Mandiri X untuk tidak berkolusi dengan wasit, sangat didukung oleh manajer PSIS Yoyok Sukawi. PSIS siap bermain fair tanpa mengandalkan bantuan wasit untuk memetik kemenangan. Meski demikian, juara Liga Indonesia V ini harus tetap waspada. Sebab, dikhawatirkan realisasi ikrar tersebut tidak bisa dijalankan oleh para manajer tim peserta liga. ''PSIS siap bermain fair. Namun, para manajer tim yang lain juga harus menjalankan ikrar tersebut. Jangan ada lagi kolusi dengan wasit,'' tandas Yoyok. Tanpa bantuan wasit, Yoyok optimistis timnya tetap bisa bersaing dengan tim-tim peserta liga lainnya. Sebab, secara tim, Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan semakin solid dan kompak. Grafik permainan mereka kian meningkat. Peluang mencuri angka di pertandingan away pun akan sangat besar jika pertandingan berjalan fair. Di pertandingan away, PSIS dan juga tim-tim tamu biasanya lebih sering dikerjai tuan rumah dengan memanfaatkan jasa wasit. Keberpihakkan wasit terhadap tuan rumah lebih besar agar bisa meraih poin penuh. Dengan adanya ikrar tersebut diharapkan kondisi seperti itu tidak terjadi lagi. Senang ''Kami lebih senang jika pertandingan fair. Para pemain bisa konsentrasi penuh ke pertandingan tanpa takut dikerjai wasit,'' ungkapnya. Meski demikian, Yoyok patut waspada. Soalnya, di putaran kedua biasanya kolusi manajer tim dengan wasit semakin kentara. Tim-tim papan atas bersaing ketat untuk memenangkan pertandingan agar bisa menjadi juara. Sedangkan tim-tim papan bawah bersaing keras agar tidak degradasi. Kondisi seperti itu membuka lebar peluang kolusi. ''Meski kami telah ikrar, tetap harus waspada. Pada putaran kedua nanti celah kolusi dengan wasit akan kembali terbuka,'' ungkapnya. Lebih lanjut Yoyok mengatakan, ikrar tersebut perlu didukung PSSI agar bisa berjalan secara baik. Jika ada tim yang melanggar ikrar, PSSI harus berani mengambil tindakan tegas. (H13-77) |