
| Rabu, 24 Maret 2004 | Olahraga |
Tim Catur Jawa Tengah Berpeluang Besar di PON XVITURNAMEN catur tingkat nasional Piala Bupati Batang II yang berakhir Senin (22/3) lalu berhasil meningkatkan bobotnya dari kategori II menjadi III. Event itu diikuti 174 pecatur, dua di antaranya bergelar grand master (GM), satu master internasional (MI), 3 master FIDE (MF), puluhan master nasional dan anggota tim PON XVI dari Jateng, Jabar, Banten, Jatim, Sumsel, serta Kalsel. Para pecatur yang turun antara lain GM Ardiyansah (Kalsel), GM Herman S (DKI), MF Awam Wahono (Jabar), MF Irwanto (Kaltim), MN Joko Purbowo (Jateng), MF Sukirman Tedy (DKI) dan MNW Evi Lindawati (DKI). Meskipun mereka berangkat atas nama perorangan, peta kekuatan ''daerah'' yang akan mereka wakili di PON XVI Palembang, September mendatang, tetap bisa dibaca. Jabar misalnya, yang mengirimkan Awam Wahono dkk patut diperhitungkan. Ini setelah dalam event tersebut, Awam sempat memimpin sendirian dari awal hingga babak tujuh. Ia ditempel ketat Ardiyansah dan Jamaludin (DKI). Alih pimpinan klasemen baru terjadi di babak ke-8 ketika dengan buah putih Ardiyansah berhasil menaklukkan Awam Wahono dengan pembukaan Hindia Menteri. Pecatur Kalimantan Selatan itu merobohkan raja catur lawannya di langkah ke-47. Hebatnya, dengan kemenangan itu Ardiansyah dipastikan merebut mahkota juara meskipun pertandingan baru sampai babak kedelapan dari sembilan babak yang dijdawalkan. Ini merupakan prestasi ulangan baginya setelah dua tahun lalu dia menjuarai Tegal Open 2002. Pada usianya yang sudah di atas 50 tahun, Ardiyansah tetap menjadi ancaman penting bagi para pesaingnya. Peluang Jateng Bagaimana dengan wakil Jateng? Bagi para pecatur Jateng --yang dianggap sebagai pemain lapis kedua di tingkat nasional setelah DKI dan Jabar-- hasil di Batang cukup menjanjikan. Jateng mampu mendominasi pertandingan meskipun predikat juara lepas dari genggaman. Setidaknya, tiga pecatur Jateng yaitu MP Ediyanto, MN Joko Santoso, MN Sofyan Soamole mampu menempati peringkat 2, 3 dan 4. Mereka ''menyalip'' jauh pecatur-pecatur kawakan seperti GM Herman Suradiraja, MF Irwanto, MN Tirto, MN Anjas Novita yang semuanya telah berpengalaman. Namun juara bertahan MN Joko Purbowo (Jateng) tergelincir ke urutan 21. Jika para pecatur Jateng mampu menjaga ''stamina'', baik kelas teknik maupun motivasinya, bukan tak mungkin prestasi yang lebih baik akan mereka capai di PON XVI mendatang. (MN Jumadi, pecatur nasional-77) |