
| Rabu, 24 Maret 2004 | Berita Utama |
Hizbullah Lancarkan Serangan
JAKARTA - Indonesia mengutuk keras pembunuhan brutal yang dilakukan Israel terhadap pemimpin spiritual Hamas, Syeikh Ahmed Yassin, dan menyerukan kepada dunia internasional untuk bersatu padu mendorong PBB meminta Israel mempertanggung-jawabkan perbuatannya itu, kata juru bicara Deplu, Marty Natalegawa, di Jakarta, Selasa kemarin. Pembunuhan yang dilakukan Israel tersebut, katanya, justru bisa menimbulkan situasi panas dan mengganggu proses penyelesaian konflik Palestina-Israel. Karena itu, kata Marty, PBB perlu memberikan tekanan kepada Israel untuk bertanggung jawab atas tindakannya yang brutal itu. Kendati banyak negara yang bersuara sama dalam mengecam pembunuhan yang dilakukan Israel tersebut, Marty mengakui proses untuk menekan Israel melalui PBB bisa jadi tidak akan berjalan terlalu mulus, mengingat Israel memiliki pendukung di DK PBB. ''Pasti ada dukungan dari satu negara anggota Dewan Keamanan PBB terhadap Israel, namun itu tidak berarti kita harus berdiam diri,'' katanya, tanpa menyebut negara yang dimaksud. Bagaimanapun juga, kata Marty, dunia harus bersatu untuk melakukan upaya dan langkah-langkah untuk memastikan bahwa Israel tidak begitu saja dibebaskan dari tindakannya itu. ''Sekarang bagaimana caranya negara-negara menggalang atau mendorong Israel mempertanggungjawabkan tindakannya yang biadab itu,'' tambah jubir Deplu itu. Syeikh Ahmed Yassin (67) tewas dalam serangan udara Israel pada Senin pagi di daerah Sabra di Kota Gaza. Sedikitnya tujuh orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan dengan peluru kendali yang dilontarkan dari helikopter-helikopter Israel ke arah Yassin itu. Aksi Pembalasan Sementara itu dari Gaza dilaporkan, pembunuhan Yassin oleh Israel memberikan ancaman serangan balas dendam tak terkendali oleh Palestina, kemarin. Serangan yang mungkin itu bisa memicu kekhawatiran keamanan baru di seluruh dunia. Hamas, kelompok garis keras utama di balik serangan bom jibaku terhadap Israel, berjanji akan balik menyerang negara Yahudi itu dengan kegarangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, setelah tokoh alim berkursi roda itu dibunuh hari Senin dalam satu serangan peluru kendali (rudal) di luar satu masjid di Kota Gaza. ''Perang sudah terbuka dan pertempuran antara kami dan mereka dimulai,'' kata pemimpin politik senior Hamas, Abdel-Aziz al-Rantissi. Brigade Martir al-Aqsa, bagian dari faksi Fatah Presiden Palestina Yasser Arafat dan juga berada di balik pemboman jibaku, menyerukan ''perang, perang, perang terhadap putra-putra Zion...Akan ada aksi pembalasan dalam hitungan jam, jika Tuhan menghendaki''. Pemerintahan Presiden George W Bush menyatakan ''amat sedih'' menyaksikan situasi yang berkembang dan meminta kawasan itu agar kembali tenang, tapi tidak seperti banyak negara lain di dunia, AS menolak untuk mengecam pembunuhan tersebut. Pemerintahan Bush menyatakan, Israel punya hak membela diri melawan kelompok ''teroris''. Situs Internet Islam menyiarkan pernyataan yang diakui berasal dari kelompok yang berhubungan dengan Al Qaedah, Brigade Abu Hafs al-Masri, menjanjikan aksi balas dendam terhadap AS dan sekutu-sekutunya atas pembunuhan pendiri dan pemimpin spiritual Hamas tersebut. Di AS, bursa saham dan nilai dolar anjlok ketika berita-berita pembunuhan Yassin mendukung kekhawatiran para penanam modal menyangkut keamanan global. Tempat Berbahaya ''Dunia makin menjadi tempat yang sangat berbahaya dan tidak pasti. Hal itu benar-benar menciutkan nyali para penenam modal,'' kata Hugh Johnson, ketua penanaman modal pada perusahaan First Albany. Para pejabat Israel mengisyaratkan bahwa Yassin, pemimpin paling terkemuka Palestina yang tewas sejak pembunuhan, juga oleh Israel, terhadap kepala komando Abu Jihad 1988, mungkin bukan tokoh terakhir yang akan menemui ajalnya. ''Daftar tunggunya amat panjang,'' kata sumber keamanan Israel. PM Israel Ariel Sharon menyatakan, dia sendiri yang memerintahkan serangan helikopter terhadap Yassin (67) yang lumpuh itu, dan memuji operasi itu sebagai serangan ''yang pertama terhadap pemimpin pembunuh dan teroris terkemuka Palestina''. Namun sejumlah orang Israel, termasuk anggota kabinet Sharon, para pemimpin Arab, dan banyak pengamat politik Timur Tengah menyatakan, kematian Yassin hanya akan memicu kelompok garis keras melancarkan lebih banyak lagi kekerasan. Uni Eropa dan Sekjen PBB Kofi Annan mengecam serangan terhadap Yassin, yang mengakibatkan kursi roda pria itu berkubang darah. Protes-protes meletus di Tepi Barat dan Jalur Gaza sementara pasukan Israel membunuh lagi empat warga Palestina termasuk bocah laki-laki berusia 11 tahun. Gerilyawan Hizbullah Lebanon menyerang pos-pos Israel dan melancarkan serangan udara, setelah menyatakan Israel akan menerima pembalasan yang sama hebatnya. Dalam kekerasan lain, seorang warga Palestina melukai tiga orang Israel dengan kampak di dekat Tel Aviv dan seorang Arab menebas tiga penumpang pada sebuah bus di Jaffa sebelum melarikan diri. Palestina Berang Memperlihatkan kemarahan Palestina yang luar biasa, sekitar 200 ribu pelayat ikut serta dalam prosesi pemakaman Yassin, perkumpulan terbesar di Gaza dalam sejarah Palestina baru-baru ini. ''"Sharon, mulailah menyiapkan peti matimu karena Brigade Qassam Hamas akan membuat rumah-rumah Israel berduka cita,'' demikian teriakan warga Palestina itu. Pasukan keamanan Israel mencanangkan siaga penuh di seluruh negeri. Media Israel menyatakan juga terdapat keprihatinan mengenai orang Israel atau Yahudi di luar negeri. Beberapa jam setelah serangan rudal, Israel mengirimkan sejumlah kendaraan lapis baja kecil untuk mengamankan satu koridor di bagian utara Jalur Gaza untuk menghentikan kemarahan anggota kelompok garis keras yang melemparkan roket-roket rakitan sendiri. Biadab Israel Sementara itu, Dai sejuta umat KH Zainuddin MZ mengutuk keras aksi pembunuhan atas diri pendiri dan pemimpin kelompok Hamas Palestina Sheikh Ahmed Yassin oleh Israel. "Aksi itu sungguh keji dan biadab. Seorang tua di atas kursi roda diperlakukan sedemikian rupa hingga menemui ajalnya," kata Zainuddin MZ di Bandung, kemarin. Zainuddin MZ bahkan melabeli perbuatan itu sebagai aksi teroris. Sikap AS, yang selama ini getol memerangi terorisme di seluruh dunia dipertanyakan atas aksi itu. "Kenapa AS diam saja, apakah karena sama-sama teroris?" Menurut Zainuddin, aksi biadab Israel bukan untuk pertama kalinya atas warga Palestina. Karena itu, dia mempertanyakan sikap dunia internasional atas penderitaan umat Islam di sana yang lagi-lagi mendapat perlakuan yang semena-mena. "Kita mengetuk hati dunia internasional untuk mengusut perbuatan Israel itu, dan menghentikan segala ekspansinya untuk menguasai Palestina," kata dia. Kepada Pemerintah RI, Zainuddin pun mengeluarkan desakan agar segera mengumumkan sikap yang jelas atas pembunuhan Sheik Yassin.(ant,dwi-46,69) | |||||