logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 24 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Mengais Rezeki dari Kampanye

MELINTASI Jl Sitinggil I/Nomor 24 Demak, tak jauh dari Kantor Sekretariat KPU, terlihat banyak jemuran atribut parpol. Antara lain bendera, slayer, dan kaus bergambar parpol dan calon anggota DPD.

Di dalam rumah sederhana itu, banyak wanita berjilbab sibuk menyelesaikan jahitan bendera partai berbagai ukuran. Sementara itu, tenaga laki-laki mencetak dan menyablon bendera dan umbul-umbul parpol.

Muhammad Asfuri (30), pengelola usaha konveksi dan penyablonan itu, pada masa kampanye termasuk yang ikut menangguk untung. Dia mengaku kebanjiran order. Bidang konveksi dan sablon itu adalah usaha yang sudah lama dirintis ibunya, Siti Fatimah.

''Sejak 1997, saya meneruskan dan mengembangkan usaha ini. Kalau ibu saya sudah menekuni bisnis ini sejak 1993,'' katanya.

Pada masa kampanye Pemilu 1997, Asfuri mengaku banyak menerima pesanan atribut Golkar. ''Pemesannya kebanyakan para lurah dan pamong desa. Jumlah order yang masuk biasanya 5.000 potong atribut dan kaus serta bendera Golkar, masing-masing sekitar 4.000-an,'' tuturnya.

Jemput Bola

Pada Pemilu 2004 ini, Asfuri mengubah taktik pemasaran. Jauh hari sebelum masa kampanye, dia menerapkan sistem ''jemput bola''. Caranya, sejumlah calon anggota legislatif (caleg) DPRD Demak termasuk kenalannya, didatangi dan ditawari order atribut bendera dan kaus untuk kampanye. Sistem pemasaran secara langsung terhadap caleg itu ternyata membuahkan hasil. Untuk tahun 2004 ini dia kebanjiran order sampai puluhan ribu kaus dan sekitar 60.000 bendera partai.

Bahkan dia mengaku, order atribut/kaus partai pada pemilu tahun ini bisa lima kali lipat dibandingkan dengan Pemilu 1997 dan 1999. ''Malah saat kampanye dimulai 11 Maret lalu, kami sudah menolak order yang terus berdatangan. Sebab, produksi atribut dan kaus partai sudah melebihi kapasitas kemampuan kerja kami. Apalagi ada caleg/pengurus partai minta waktu lebih cepat, yakni satu minggu jadi,'' ungkap dia.

Untuk harga kaus partai all size dipatok Rp 4.500/potong. Jika dua warna atau lebih, Rp 5.000/potong. Harga itu sudah termasuk ongkos sablon. Adapun harga bendera bervariasi, bergantung pada ukuran panjang-lebarnya.

''Untuk tahun 2004 ini, order terbanyak dari Partai Demokrat. Kami dapat pesanan 17.000 kaus dan 3.000 bendera,'' katanya.

Kini, jumlah karyawan/karyawati usaha konveksi dan sablon Asfuri meningkat. Pada 1997 karyawannya lima orang, 4 penjahit dan 1 penyablon. Sekarang 15 orang, yakni 10 penjahit dan 5 orang penyablon. (Arwan Pursidi- 84k)