
| Rabu, 24 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Bappeda Teliti Pengolahan SampahSEMARANG - Daur ulang sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Semarang, terutama dalam menangani persoalan sampah yang terus menumpuk di sejumlah TPA, seperti di Jatibarang, Gunungpati. Saat ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang sedang meneliti teknologi daur ulang sampah. Kepala Bappeda Kota Ir Djoko Marsudi MTA MM menuturkan, pemerintah menilai persoalan sampah perlu mendapat perhatian serius, terutama cara pemanfaatan kembali sampah. Selama ini, sampah yang dikumpulkan dari berbagai tempat hanya ditumpuk di tempat pembuangan akhir yakni TPA Jatibarang. Cara seperti itu tidak bisa bertahan lama, karena pemanfaatan lahan makin menyempit. Sementara lahan yang digunakan untuk perumahan, bangunan maupun kepentingan lainnya makin meningkat. Menurut dia, langkah paling tepat adalah mengolah sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Pengolahan sampah menggunakan teknologi modern. ''Ada dua tahapan teknik pengolahan limbah sampah. Yakni, menjadi bahan kering dan kemudian dilanjutkan untuk diolah menjadi plastik. Pengolahan seperti itu bisa ditangani dengan teknologi canggih yang sekarang ada,'' paparnya dalam rapat pembahasan dengan Komisi D DPRD Kota Semarang, kemarin. Wakil Ketua Komisi D Kota Semarang Dra Hj Siti Marhamah mengatakan, jika Bappeda melakukan penelitihan sebaiknya jangan setengah-setengah. Artinya, kalau penelitian perlu dilakukan bertahap, jangan hanya berhenti dalam satu penelitian. Dalam melakukan penelitian, sebaiknya melibatkan pihak lain yang berkompeten, seperti LSM atau pakar teknologi lingkungan. Diharapkan penyelesaian sampah tidak berhenti pada daur ulang, tetapi juga menyangkut aspek lain, seperti lingkungan. (H1,G17-45) |