logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 24 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Bandara Internasional Sebaiknya di Demak

BALAI KOTA- Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE kemarin mengatakan, pembangunan bandara internasional di Semarang dan sekitarnya sebenarnya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini seiring dengan obsesi Kota Atlas sebagai kota jasa yang harus siap melayani berbagai kepentingan masyarakat di sektor jasa dan industri. Perkembangan industri di kabupaten tetangga pun mendukung gagasan tersebut.

''Memang, gagasan ini tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Sebab, butuh waktu yang cukup lama,'' katanya.

Setelah melihat berbagai masukan dari beberapa kalangan yang setuju dengan rencana pembangunan bandara internasional di Kota Semarang, kata dia, pembangunan bandara itu ternyata tidak tepat bila dilakukan di kawasan Mangkang dan Genuk.

Sukawi mengemukakan, lokasi pembangunan bandara internasional tersebut paling tepat di Demak. ''Jadi pembangunan bandara itu tepatnya kalau tidak Karangawen ya di Sayung, tempat yang berjarak dengan batas Kota Semarang sekitar 20-30 km. Atau, bisa juga di Kendal. Lokasinya berada di luar perbatasan Kota Semarang. Itu yang ideal. Sebab bila di dalam kota Semarang pengembangannya tidak mendukung.''

Sukawi menyatakan kalau pembangunan bandara internasional tersebut di Genuk atau Mangkang berarti masih di wilayah Kota Semarang. Beberapa lokasi bandara internasional di kota-kota lain juga seperti itu. Lokasinya tidak berada di dalam kota, tetapi di luar kota yang berbatasan dengan kota induk. Misalnya, Bandara Adisumarmo di Boyolali, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Juanda di Gresik. (G17,H1-84i)