
| Rabu, 24 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Melipat Surat Suara sambil BersenandungPROSES pelipatan ratusan ribu lembar surat suara untuk Pemilu, 5 April 2004, tidak mungkin bisa diselesaikan satu orang. Karena itu, pekerjaan tersebut harus melibatkan banyak orang, seperti yang dilakukan di Kecamatan Gayamsari, sejak beberapa hari lalu. Puluhan orang memenuhi sejumlah ruang di kantor kecamatan. Hampir tak ada tempat yang tersisa. Semua ruang dan teras dipenuhi para pekerja pelipat surat suara. Mereka memang disebut sukarelawan, namun KPU tetap memberi mereka upah. Banyak yang berminat menjadi relawan pelipat surat suara. Mereka umumnya para pelajar tingkat SLTP, SLTA dan kaum ibu. Setiap melibat satu dus surat suara, berisi 500 lebar, relawan mendapat upah Rp 10.000. Agar bisa merampungkan lebih banyak lipatan, umumnya mereka bekerja berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas lima sampai tujuh orang. Tugas mereka adalah melipat sesuai dengan titik garis petunjuk, tanpa mengeluarkan tenaga ekstra keras. Namun memang dibutuhkan kekompakan dalam kerja kelompok. Sriyanti (17), salah seorang relawan mengaku sempat muncul rasa bosan karena terus-terusan melipat surat suara. Untuk mengantisipasi hal itu, dia bersikap santai. Bicara ngalor-ngidul dan sekali-kali bersenandung. ''Bagaimana lagi, kalau tidak begitu cepat bosan. Habis hanya kertas dan kertas yang dihadapi. Senangnya, kalau selesai dapat upah,'' tuturnya sembari mengatakan dia sudah menyelesaikan enam dus surat suara. Yuni (35), warga Karangkimpul, mengaku telah melipat 17 dus surat suara. Dia dibantu empat anggota keluarganya. Dengan demikian, dia telah mengantongi honor Rp 170.000. ''Lumayan kalau bisa dapat banyak dus. Uangnya bisa untuk membayar sekolah anak-anak,'' tuturnya ketika ditemui Suara Merdeka, kemarin. Vivit (16), siswa SMK swasta di Gayamsari, mengaku senang mendapat tawaran sebagai pelipat surat suara. Kebetulan, Minggu dan Senin lalu, sekolahnya libur. Setidaknya, uang itu bisa untuk menambah uang saku dan membeli buku. ''Pekerjaan ini tidak sulit, hanya melipat. Teman-teman ada yang saya ajak ke sini. Lumayan, uangnya bisa untuk membeli buku,'' tukasnya sembari menyunggingkan senyum.(Karyadi-63) |