
| Rabu, 24 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Minta Tambahan Jatah Surat Suara Seorang Pekerja Ditangkap PolisiSEMARANG- Seorang pekerja pelipat surat suara pemilihan umum di KPU Kota Semarang minta tambahan jumlah surat suara yang akan dilipatnya. Padahal, surat suara di bekas Kantor KPU, Kompleks Balai Kota itu sudah terlipat semua. Karena dia meminta dengan tidak simpatik, bahkan cenderung kasar, pria itu akhirnya ditangkap petugas Polsek Semarang Tengah, namun tak lama kemudian dilepas kembali. Ketua KPU Kota Semarang Rahmulyo Adiwibowo SH, menjelaskan kejadian itu berlangsung Minggu (21/3) pagi. Saat pelipatan surat suara selesai, pekerja itu nekat berada di ruang pelipatan suara. Ketika disuruh keluar dia tidak mau, bahkan menggedor-gedor kaca di ruang tersebut. Hal itu membuat marah para petugas Sekretariat KPU yang menjaga lokasi tersebut. ''Mau Anda apa?'' tanya petugas seperti ditirukan Ketua KPU. Namun, Adiwibowo tidak bersedia memberi penjelasan pria yang memaksakan kehendak untuk mendapat tambahan jatah melibat surat suara itu. Dia hanya mengatakan peristiwa itu terjadi di ruang penyimpanan surat suara. Beredar rumor, pekerja meminta agar upah melipat surat suara dinaikkan. Upah yang diberikan KPU Kota sebesar Rp 20/lembar dinilai tidak layak. Namun rumor tersebut dibantah Ketua KPU. ''Tidak benar kalau dia meminta kenaikan upah melipat surat suara. Dia hanya meminta tambahan surat suara yang dilipat karena surat suara yang dia dilipat baru sedikit, sehingga upahnya pun sedikit,'' terangnya. Kapolres Semarang Timur, didampingi Kapolsek Semarang Tengah AKP Agus Wijayanto mengakui pihaknya menangkap seorang yang memaksakan diri meminta pekerjaan tambahan di KPU. Pelaku yang menggedor-gedor kaca kantor itu dianggap mengganggu.(G17, G5-63) |