Tiga TewasTersambar Petir

BUMIAYU - Tiga petani asal Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Rabu lalu (22/3) tewas tersambar petir ketika sedang berteduh di gubuk di sawah mereka. Ketiga petani itu tengah memanen padi, tapi keburu hujan, sehingga berteduh di gubuk tak jauh dari lokasi padi yang sedang dipanen.

Mereka yang meninggal yaitu suami-istri, Juli (45) dan istrinya Taslem (25), lalu orang tua Taslem, Ny Rastem (60). Adapun tiga orang lain, yang sama-sama berteduh di gubuk seketika itu pingsan karena suara keras petir. Kepala Desa Kalinusu Carta kemarin mengatakan, musibah meninggalnya tiga petani itu diketahui setelah Waspin (45) melaporkan kejadian kepada Kasrip, adik Juli. Kasrip menyebutkan, saat petir menyambar gubuk dia langsung pingsan. Hal yang sama juga dialami dua rekannya, yakni Calim Nasrudin (45) dan Wartam (50).

Tubuh Juli, Taslem, dan Rastem terlempar sekitar 10 meter dari gubuk tempat mereka berteduh. Kondisi korban sangat mengenaskan. Pakaian dan tubuh mereka gosong. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Kasrip kepada warga desa yang dijumpainya di jalan.

Kasrip menuturkan, saat petir menyambar dia dan dua orang yang selamat (Calim dan Wartam) dalam posisi berdiri, sedangkan ketiga orang yang meninggal duduk. Ketika tengah asyik ngobrol, tiba-tiba kilat menyambar gubug.

Kelima petani warga Dukuh Kutagaluh itu sejak pagi memanen padi di lahan milik Wartam warga Dukuh Beji, Desa Kalinusu. Karena hujan turun sekitar pukul 16.30, mereka istirahat di gubuk yang beratap rumbia bersama pemilik sawah. (wh-17e)