Banyak Konflik Sosial Dilatarbelakangi Agama

KAJEN- Semua agama mengajarkan perdamaian, namun tidak sedikit konflik sosial yang muncul di tengah masyarakat dilatarbelakangi masalah agama. Karena itu, semua pihak diharapkan tidak menggunakan agama sebagai alat politik.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam acara sarasehan ''Peran agama dalam menciptakan damai di seputar pemilu'' yang digelar di Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Senin (22/3) lalu. Dra Hj Siti Qomariyah MA yang mewakili komunitas Islam menilai, semua agama baik namun tidak sedikit yang menjadikannya sebagai alat suatu parpol untuk kepentingan sendiri.

Dra Lucia Herawati, rohaniawan dari Khonghucu itu menuturkan, selama proses pemilu ini banyak yang mencari-cari kesalahan orang lain tanpa solusi, saling berebut, dan kurang menjalankan ajaran agama dalam kehidupan nyata. ''Padahal ajaran agama seharusnya menuntun manusia hidup di jalan suci dan senantiasa dilaksanakan dalam kehidupan nyata sebagai moral. Jika itu bisa dilakukan, terciptalah susilawan yang akan berbuat baik dalam Pemilu 2004,'' ujarnya

Sarasehan yang bertujuan untuk menyatukan komitmen dalam menciptakan suasana damai dalam pemilu tersebut diselenggarakan LSM Tirai bekerja sama dengan LSM Bias (Bina Antarsesama). Hadir dalam acara tersebut Pendeta Sukardi dari agama Kristen, Nurul Huda SH MHum dari KPU Kabupaten Pekalongan, dan MN Bolotia SH, Ketua Panwas. (G16-17s)