PURWOKERTO-Komitmen menjaga dan melestarikan lingkungan kemarin ditegaskan kembali oleh jajaran Pemkab Banyumas dan perguruan tinggi di Purwokerto.
Mereka bersepakat akan terus meningkatkan gerakan kepedulian lingkungan dan memperluas jaringan kegiatan penghijauan secara serentak ke masyarakat di wilayah Banyumas. Pola seperti itu nanti juga diharapkan dicontoh daerah lain.
Komitmen tersebut diungkapkan Bupati Banyumas Aris Setiono SH SIP, Rektor Unsoed Prof Rubiyanto Misman dari Farum Rektor saat mencanangkan Gebyar Hijau Banyumas di kompleks Stadion Susilo Soedarman Unsoed kemarin.
Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD dr Tri Waluyo Basuki, Muspida Kabupaten, dan sejumlah rektor di Purwokerto. Dari Unsoed hadir pula semua pembantu rektor, dekan, dan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM).
Bupati di sela-sela acara itu kepada wartawan menyatakan, pihaknya akan menindak tegas para perusak lingkungan. Tindakan tersebut antara lain dengan memperketat perizinan kegiatan penebangan pohon, penambangan, dan usaha lain yang terkait dengan lingkungan.
''Menebang pohon di hutan milik Perhutani harus seizin Bupati. Izin penambangan juga akan kami perketat. Jadi, tidak bisa seenaknya para penambang yang belum dapat izin mengaku sudah mengantongi izin,'' ujar Aris.
Pohon Langka
Jenis tanaman yang ditanam pada pencanangan kemarin ada sekitar 2.000 pohon langka. Gerakan itu diawali dari lingkungan perguruan tinggi terutama Unsoed, sekolah, dan kawasan perkotaan. Kemudian, dilanjutkan ke wilayah kecamatan dan desa yang digerakkan oleh camat dan kepala desa masing-masing.
Rubi mengatakan, sebelumnya Unsoed juga melakukan penghijauan serupa dengan nenanam sekitar 10.000 tanaman langka dan pelindung. ''Kami memang berkomitmen ingin menjadikan kampus ini sebagai kampus hijau, tempat bermain, dan pusat pendidikan lingkungan. Ini juga bagian dari program penanaman sejuta pohon di lingkungan kampus,'' ujarnya.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir Wisnu Hermawanto mengemukakan, lingkungan yang dijadikan lokasi penghijauan meliputi lahan-lahan kosong, lingkungan kampus, sekolah, pekarangan, taman, hutan kota, tepi lapangan, dan turus jalan.
''Dinas kami punya program penghijauan kota dan kebetulan Unsoed punya lahan 2,5 ha. Ini terwujud juga karena kita punya komitmen yang sama untuk melestarikan lingkungan dan mendorong komponen masyarakat lain agar bisa mengikuti,'' katanya secara terpisah.
Dia menambahkan, Kota Purwokerto idealnya mempunyai hutan kota 414 ha atau 10,73% dari luas kota. Namun, sekarang di Purwokerto baru ada hutan kota 114 ha. (G22,G23-20e)