banyu

Tiga Desa Disapu Angin Puting Beliung

BANYUMAS- Musibah angin puting beliung kembali melanda wilayah Kabupaten Banyumas. Tiga desa di Kecamatan Kalibagor, Senin (22/3) petang lalu dilaporkan diterjang angin yang datang secara berputar-putar itu.

Tiga desa tersebut adalah Desa Kalicupak Kidul, Kalicupak Lor, dan Petir. Ketiganya merupakan desa bersebelahan. Sekitar Februari lalu angin puting beliung juga menyapu wilayah Kota Purwokerto, dan menelan empat korban jiwa serta ratusan rumah rusak.

Kejadian di Kecamatan Kalibagor itu paling sedikit 42 rumah warga mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang dan terbawa angin. Ratusan rumah lain juga rusak ringan, seperti seng dan atap rumah berterbangan.

Selain itu dua fasilitas umum yaitu SD di Desa Kalicupak Kidul dan musala di Desa Petir juga rusak. Rumah yang rusak umumnya berbentuk semipermanen.

Namun musibah tersebut tidak menelan korban jiwa. Untuk sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Data yang dihimpun Suara Merdeka dari Bagian Sosial Sekda Banyumas dan pihak Kecamatan Kalibagor menyebutkan, 42 rumah yang rusak terdiri atas 24 rumah milik warga Desa Kalicupak Kidul tersebar di RW 1 RT I, 2, 3, 5, 6, 7, dan 9.

Desa Kalicupak Lor berjumlah lima rumah di RW 1 dan 2. Sementara sisanya sekitar 13 rumah di Desa Petir tersebar di RW 1, 2, 3, dan 4. Ratusan pohon ayoman dan produksi juga banyak yang tumbang. Paling banyak berada di Desa Petir.

Warga Panik

Menurut keterangan sejumlah warga, musibah tersebut terjadi dua kali. Kejadian pertama sekitar pukul 15.00 dan kedua sekitar pukul 17.00 hingga pukul 17.30. Angin puting beliung datang berkisar 15 menit.

Warga sempat panik sehingga mereka banyak yang keluar rumah karena takut tertimpa reruntuhan rumah.

Suwedi (45) warga Desa Kalicupak Kidul mengungkapkan, datangnya angin tersebut bersamaan dengan hujan deras sehingga warga tidak bisa berbuat banyak. Setelah kejadian itu jaringan listrik PLN mati.

''Rumah yang rusak atau roboh kebanyakan tertimpa pohon albasia, randu, dan bambu. Waktu melihat angin berputar-putar kami sempat panik. Boro-boro menyelamatkan barang, kita tidak kejatuhan rumah atau pohon saja sudah bersyukur,'' ujarnya.

Mendengar kejadian tersebut, Camat Kalibagor Gatot Sutarto dan muspika setempat langsung turun ke lokasi. Selang beberapa waktu kemudian dari Bagian Sosial Kabupaten juga meninjau.

Gatot mengatakan, kemarin warga mulai memperbaiki rumahnya yang rusak, terutama yang rusak ringan. ''Yang rusak berat masih menunggu bantuan dan kerja bakti warga. Setelah kejadian itu kami langsung mendirikan posko,'' ungkapnya.

Ketua Satlak PBP Kabupaten Suyatno SSos MM didampingi Kabag Sosial Budi Pramono BA, kemarin mengirimkan bantuan berupa sembako. ''Berapa jumlah total kerugian yang pasti masih kami data. Kami minta warga tetap tenang dan tabah atas cobaan tersebut,'' ujar Suyatno. (G22-20s)