Arah Kiblat di Tiga Masjid Berbeda

KEBUMEN - Hasil praktik ilmu falak mengukur arah kiblat di Masjid Agung Kauman, Islamic Center, dan Masjid Roudhlotul Huda Kawedusan menemukan kenyataan, ternyata berbeda kemiringannya. Bahkan ada yang berbeda 12 derajat dari garis shaf.

Menurut Drs HM Sholeh MAg dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Nahdlatul Ulama (Stainu) Kebumen, kemarin, pelatihan ilmu falak tersebut atas kerja sama Depag dengan Stainu dan Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu.

Hasil pengukuran arah kibat di tiga masjid itu juga dicatat dalam berita acara. Bahkan hasil pencatatannya lengkap menjadi dokumen dan bermanfaat untuk keperluan umat Islam.

Penyimpangan berdasarkan hasil perhitungan itu yang terbesar terjadi di Masjid Agung Kauman, Kebumen, yakni mencapai 12 derajat lebih. Namun, perlu diketahui saat ini masjid tersebut sedang direnovasi.

Fasilitator pelatihan itu adalah Drs KH R Mansur Al Kaaf dari Purwokerto yang juga anggota Ilmu Falak Jateng. Selain itu, Drs Muhammad Miftah dan dibantu Aris Nurrohman.

Wajib

R Mansur Al Kaaf menyatakan, pelatihan tersebut sangat penting. Sebab, mempelajari ilmu falak menjadi wajib kifayah bagi sebuah kelompok, dan bagi yang menyendiri hukumnya wajib a'in.

Dia berharap, di Kebumen dengan 26 kecamatan, tumbuh minat mempelajari ilmu tersebut.

Dia memaparkan, dalam shalat lima waktu harus diawali dari niat menghadap kiblat. Namun, guna menentukan arah kiblat, dalam syariat Islam telah ada ketentuannya, yaitu Alquran dan Hadis serta kitab para ulama.

Dia mencontohkan, bila arah kiblat di Kebumen berbeda kemiringannya hanya 1 derajat dari arah yang sebenarnya, sampai di Makkah bisa ditarik garis lurus. Bisa jadi 150 km di sebelah utara atau selatan Kakbah. ''Berarti itu tidak menghadap kiblat, lalu siapa yang bertanggung jawab?''.

Ma'ruf Widodo SAg dari LP3M Stainu berharap pelatihan itu bermanaafat bagi penegakan syariat Islam ataupun syiar Islam.(B3-76k)