SEBAGAI pemerhati hukum dan sosial yang sering menulis artikel dan opini di surat kabar, calon legislatif D Soetrisno SH tak ingin mengkritik kebijakan pemerintah melalui tulisan saja. Pria kelahiran Pati 63 tahun lalu itu ingin memperjuangkan aspirasi dan mengangkat nasib masyarakat dari jurang keterpurukan.
"Dari situlah saya masuk ke kancah politik," kata pengacara dan penasihat hukum sebuah pabrik semen itu. Dia masuk Partai Demokrat sebagai calon anggota DPRD Jateng nomor urut 4 daerah pemilihan 3 meliputi Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan.
Eksponen Angkatan 66, lulusan fakultas hukum, itu terjun ke dunia politik begitu mengenal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia berharap SBY kelak memimpin Indonesia sebagai presiden. "Selain putra bangsa terbaik, SBY memiliki integritas tinggi serta berkemampuan dan berpendirian tegas," ujar dia.
Dia terjuan ke dunia politik berawal dari keprihatinan atas kondisi bangsa dan negara. Dia menyatakan banyak kebijakan pemerintah tidak memihak wong cilik, korupsi makin merajalela, terjadi kesenjangan sosial, dan kemiskinan menimpa sekitar 40 juta jiwa rakyat. Sebab, perekonomian terpuruk, utang luar negeri membesar, dan sektor riil lumpuh.
Apalagi pengangguran makin parah. Reformasi bidang hukum dan ekonomi pun tersendat-sendat atau berjalan di tempat. "Yang lebih parah, kelihatan sekali hukum hanya berlaku bagi orang kecil," kata dia.
Karena itulah kelak bila terpilih sebagai anggota DPRD Jateng, dia ingin memperjuangkan nasib rakyat menuju ke masyarakat yang aman, makmur, sejahtera, dan demokrastis. (B14-85g)