Jalan Kasiyan-Poncomulyo Rusak Parah

PATI-Akibat truk pengangkut hasil panen padi petani yang dibeli tengkulak melebihi tonase, kini jalan antara Desa Kasiyan dan Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Pati, rusak cukup parah. Jalan tersebut menghubungkan kecamatan itu dengan Kecamatan Jekulo, Kudus.

Jalan itu baru saja diperbaiki dengan proyek APBD 2002 dan 2003. Namun badan jalan ambles di beberapa lokasi serta berlubang-lubang. Penyebabnya tak lain truk yang lalu lalang mengangkut hasil panen padi melebihi batas tonase maksimal 4-5 ton.

Para sopir menyatakan ingin sekali angkut gabah mendapat upah lebih ketimbang hanya mengangkut sesuai dengan kapasitas muatan maksimal. Para tengkulak membeli gabah langsung ke sawah dengan sistem tebasan.

Apalagi beberapa waktu lalu jalan yang melintasi Dukuh Kasiyan Baru itu juga tergenang air akibat air saluran pembuang Jratunseluna meluap. Karena itu pengguna jalan pada malam hari harus ekstrahati-hati.

Lengah sedikit bisa fatal karena beberapa bagian badan jalan ambles dan di sekitarnya ada gundukan yang sangat membahayakan pengendara motor.

Pemeliharaan

Kepala Seksi Bina Marga Dinas Permukiman dan Prasarana Kabupaten Pati, H Yuswanto, menyatakan belum menerima laporan dari petugas lapangan. Laporan yang masuk soal jalan itu tergenang air.

Itu memang sering terjadi di Dukuh Kasiyan Baru, yang berada tepat di pinggir jaringan saluran pembuang Jratunseluna. Karena perkampungan dan jalan raya lebih rendah, secara teknis pihaknya menghadapi kendala untuk mengatasi air yang menggenang.

Sebab, di kiri-kanan jalan adalah sawah yang berketinggian hampir sama dengan permukaan badan jalan. Meski sudah dibangun saluran, jika air di persawahan melimpah padti mengalir ke ke jalan raya yang sering menyebabkan kerusakan.

Karena kerusakan terjadi setelah APBD Kabupaten Pati tahun 2004 ditetapkan, upaya memperbaiki teradang ketiadaan dana proyek tahun ini. Alternatif yang akan dilakukan adalah memperbaiki jalan itu dengan dana pos anggaran pemeliharaan.

Namun yang jadi masalah, hasil upaya itu lain bila dibiayai dengan dana proyek. "Karena itu lebih baik para sopir pengangkut hasil bumi tidak membawa muatan melebihi ketentuan batas tonase maksimal."(ad-85g)