HARAPAN warga Kota Tegal terhadap Wali Kota Adi Winarso SSos dan wakilnya, Maufur MPd, yang kemarin dilantik Gubernur H Mardiyanto, cukup bervariasi. Sebagian besar di antara mereka menaruh harapan besar dalam rentang waktu lima tahun ke depan Kota Tegal bisa lebih baik. Selain itu, mereka mengharapkan Wali Kota tidak alergi terhadap kritik, sedangkan Wakil Wali Kota tidak melupakan ''kandangnya'' yang notebene mantan rektor perguruan tinggi.
Hal itu seperti yang dikemukakan Sekretaris F-KB Ahmad Firdaus Muhtadi yang juga mantan calon wakil wali kota. Dia mengatakan, dengan mempertimbangkan harga yang cukup mahal dalam pemilihan wali kota lalu serta dinamikanya, selayaknya Wali Kota tidak alergi terhadap kritik dari arus bawah.
Selain itu, diharapkan bisa memberikan kesempatan karier kepada bawahannya. ''Saya sangat setuju, meski dia memegang jabatan dua periode, tetap memperhatikan regenerasi di tingkat bawah,'' katanya, kemarin.
Firdaus yang juga Ketua KNPI itu mengharapkan duet Adi Winarso-Maufur mampu membangun Kota Tegal lebih baik. ''Saya tidak ingin mengungkit kekisruhan pascapemilihan wali kota lalu. Bagi saya, itu merupakan bagian dari demokratisasi. Yang lebih penting sekarang menunjukkan kinerja secara konkret sesuai dengan misi dan visi yang pernah disampaikan saat pencalonan lalu,'' ungkapnya.
Siap Mengontrol
Agil Abdurrochim selaku kandidat wali kota yang kalah dalam pemilihan mengatakan, dirinya siap mengontrol kinerja wali kota. ''Soal polemik pilkada, saya tidak mau berkomentar. Yang jelas kami siap mengontrol kinerja Wali Kota dan wakilnya,'' ujarnya.
Dosen FH UPS Eddhie Praptono SH menggarisbawahi kinerja wakil wali kota. Menurut dia, Wakil Wali Kota harus bisa memberikan kontribusi lebih dalam memimpin pemerintahan. Selain itu, dengan latar belakang perguruan tinggi, Maufur diharapkan tidak melupakan ''kandangnya''.
''Wali kota dan wakilnya harus konsisten terhadap visi dan misinya. Yang paling utama jangan alergi kritik dan saran. Khusus Wakil Wali Kota, wajib mengembangkan sektor pendidikan. Dia harus konsisten mengembangkan lembaga perguruan tinggi dengan menggalakkan kerja sama, khususnya penelitian,'' tandasnya.
Adapun pada sektor kelautan yang menjadi titik prioritas pembangunan Kota Tegal sebagai Kota Bahari, tokoh nelayan H Tambari dan Ketua Pemberdayaan Masyarakat Nelayan, Edi Waluyo mengatakan, Wali Kota dan wakilnya selayaknya tidak meninggalkan program-program yang selama periode lalu telah diwujudkan.
''Selama ini cukup baik, cuma untuk lima tahun ke depan harus meningkat. Misalnya membangun sarana dan prasarana untuk nelayan. Program yang perlu ditingkatkan adalah menjaga kelestarian lingkungan laut,'' jelasnya. (Dwi Ariadi-17c)