muria

Nelayan Kesulitan Minyak Tanah

REMBANG - Sebagian besar nelayan di wilayah Kabupaten Rembang kini masih kesulitan memperoleh minyak tanah. Padahal, setiap hari mereka butuh minyak tanah untuk mengisi bahan bakar mesin kapal.

Beberapa nelayan di wilayah Rembang bagian barat misalnya, menyebutkan, kelangkaan minyak tanah sudah terjadi beberapa bulan lalu. Akan tetapi, hingga sekarang minyak tanah masih sulit dicari karena sebagian besar pengecer sering kehabisan stok.

Hal sama juga dirasakan oleh para nelayan di wilayah Kecamatan Kragan dan Sarang. Nelayan di dua kecamatan itu pada umumnya mengaku kerepotan menghadapi kelangkaan minyak tanah. Sebab untuk mendapatkan minyak tanah mereka harus ke luar desa, bahkan ke luar daerah.

"Coba lihat sendiri, banyak pengecer yang tidak berjualan karena stoknya kosong. Kalau butuh minyak tanah ya harus mencari ke desa lain," kata nelayan asal Kragan, Masrukin (46).

Sejauh ini masyarakat nelayan belum mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan minyak tanah itu. Namun beberapa tokoh masyarakat di Rembang yang peduli terhadap masalah-masalah sosial mengatakan, kelangkaan minyak tanah itu bisa terjadi karena kebutuhan meningkat.

Dulu Solar

Ahmadi (40), warga daerah itu mengatakan, dulu semua mesin kapal ikan menggunakan bahan bakar solar. Sebab, waktu itu harga solar masih bisa dijangkau oleh masyarakat nelayan. Namun setelah harga solar naik, sebagian besar nelayan beralih ke minyak tanah.

Tak cuma nelayan, para pengemudi kendaraan berat seperti truk gandeng dan tronton juga membutuhkan minyak tanah untuk campuran bahan bakar solar. Permasalahan itu membuat kebutuhan minyak tanah meningkat, sementara jatah yang diberikan kepada para pengecer terbatas. Akibatnya, minyak tanah menjadi langka.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang, H Kasnadi SSos, membenarkan hal itu. Dia mengatakan, memang belakangan ini banyak nelayan kesulitan mencari minyak tanah. Tidak diketahui mengapa bahan bakar itu sulit didapati di pasar ataupun di tengkulak.

Pihaknya minta kepada distributor minyak tanah di Rembang agar menambah jatah dalam jumlah besar kepada para pengecernya, khususnya yang berada di lingkungan masyarakat nelayan. Sebab nelayan sangat membutuhkan bahan bakar itu.

Kalau para pengecer minyak tanah dicukupi kebutuhannya, dia yakin tak akan lagi terjadi kelangkaan. (jl-85n)