Selama Kampanye Dua Orang Jadi Korban Penganiayaan

PEKALONGAN - Selama kampanye sudah dua orang jadi korban penganiayaan. Mereka adalah Khoirul (20) asal Desa Soko, Kecamatan Pekalongan Selatan, dan Husni (20) warga Tirto, Pekalongan.

Kasus itu sudah dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas Pemilu) serta Polres. Ketua Panwas Pemilu Kota Pekalongan, Listyo Budi Santosa SH, di ruang kerjanya, kemarin, menyatakan penganiayaan terjadi 19 Maret seusai mereka mengikuti kampanye sebuah partai di Lapangan Kuripan Lor.

Ketika itu mereka bersama rombongan berkonvoi kendaraan bermotor. Khoirul dicegat orang ketika melewati Jalan Raya Jenggot dengan kendaraan Honda Supra X G-3498-AK. Dia bersama rombongan tak boleh melewati makam karena ada pengajian. Lelaki itu dipukul sehingga matanya bengkak dan hidungnya lecet.

Setengah jam kemudian Husni datang bersama rombongan. Ketika melewati Jalan Raya Jenggot, di depan gang menuju Makam Nyamplung, dia dikeroyok hingga kepalanya terluka. Panwas Pemilu memberkas dan melaporkan kasus itu ke Polres.

Pelanggaran lain, kata Listyo, berupa konvoi oleh massa PAN, PKB, dan PPP. Konvoi itu melanggar Undang-undang tentang Lalu Lintas dan mengganggu ketertiban umum. Namun Panwas Pemilu baru melakukan sidang pleno perkara itu dan belum mengirim ke KPU.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Drs Edy Suyanto menyatakan identitas penganiaya tidak diketahui sehingga belum bisa ditemukan.(A15-17g)