Sembilan Direktur Perusda Dicopot, Pemasukan Merosot

BREBES-Setelah pengamanan aset perusahaan daerah (perusda) dilakukan tim penyehatan perusda, kini giliran Bupati Brebes Indra Kusuma mengambil langkah tegas terhadap direktur yang ''nakal''.

Terhitung mulai 16 Maret lalu, sembilan direktur dari lima perusda dicopot dari jabatan masing-masing. Mereka antara lain direktur utama, direktur operasional, dan direktur keuangan.

Salah satu pertimbangan pencopotan, tindakan dan kebijakan mereka telah mengakibatkan perusahaan rugi, bahkan kinerja lima perusda itu makin menurun.

Sembilan direktur yang dicopot terdiri atas Ir Priyadi (dirut Perusda Pertanian), Slamet Dhofir SE (direktur operasional), dan Eko Suci Hartono (direktur keuangan). Di Perusda Farmasi, yang dicopot adalah direktur utamanya, Haryadi SE. Adapun di Perusda Sarana dan Produksi, Sukantono SE (dirut) dan Leli Nersih SE (keuangan). Di Perusda Aneka Jasa, Asep Aunillah SAg (dirut), Ir Saefurochman (direktur operasional), dan Hikmawati SE (direktur keuangan). Slamet Dhofir SE yang merangkap jabatan direktur Perusda Peternakan juga mengalami hal yang sama. Dia harus rela meninggalkan jabatannya.

Langkah ''penertiban'' atas kegiatan usaha perusda dilakukan Pemkab karena makin menurun laba perusahaan yang disetor ke kas daerah. Bahkan belakangan setelah Pemkab menurunkan tim audit, banyak ditemukan utang pada pihak ketiga, lebih dari Rp 500 juta.

Pembenahan

Setelah tim audit turun, dilakukan pembenahan oleh tim penyehatan yang diketuai H Drs Tabrani MM, dosen UPS Tegal. Sebelum ada SK Bupati menyangkut pencopotan jabatan direksi lima perusda itu, tim penyehatan mengeluarkan rekomendasi supaya aset perusda diamankan.

Mulai akhir Februari lalu semua aset perusahaan, mulai dari barang inventaris kantor, sepeda motor, sampai mobil diambil alih oleh tim. Rekening juga dipindah menjadi atas nama Pemkab. ''Pemblokiran rekening dan barang inventaris itu dalam rangka penyelamatan aset perusahaan,'' kata Tabrani.

Sekretaris Tim Penyehatan Taguh Harjanto SE mengatakan, keputusan mengeluarkan sembilan jajaran direksi dari lima perusda sudah final dan melalui pembahasan matang. Pihaknya juga mempunyai bukti-bukti autentik yang dapat dijadikan alasan pencopotan.

Menurut dia, pencopotan itu dalam rangka pembenahan perusda yang sudah di ambang kehancuran. Untuk menatanya kembali, perlu dicari orang yang mampu membawa perusda ke arah perbaikan.

Dia mengatakan, setelah para direksi dinyatakan dikeluarkan, perusda sudah berjalan normal lagi. Sudah ada yang magang sebagai pengendali sementara, sehingga diharapkan kondisinya lebih baik.(wh-17c)