logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 24 Maret 2004 Budaya  
Line

AMGI Bermetamorfosis Kupu-kupu

KEINDAHAN kupu-kupu, tidak muncul dalam sekejap mata, melainkan melalui proses panjang; dari telur, larva, ulat, dan sampai kepompong. Metamorfosis kupu-kupu itulah, yang menjadi spirit Ansamble Musik Gesek Intermezzo (AMGI), sebuah ansembel musik gesek pertama di Semarang, atau mungkin di Jawa Tengah. Untuk sampai pada titik pencapaian seperti saat ini, mereka harus memulainya dari nol.

Berawal dari kesepakatan beberapa orang tua siswa sekolah musik Purnomo Semarang --yang ingin mewadahi putra-putri mereka dalam sebuah kelompok musik di luar sekolah musik tersebut--, dibentuk sebuah kelompok musik gesek tanpa nama beranggotakan tujuh orang pemain.

Di bawah arahan Letkol (purn) A Koersani, komposer andal Semarang yang juga pelatih korp musik Akademi Kepolisian, talenta-talenta muda itu serius berlatih, memainkan lagu-lagu berirama klasik dengan biola dan celo mereka. ''Saat itu, kami berlatih dari rumah ke rumah. Meskipun demikian, anak-anak tetap bersemangat tinggi dalam berlatih,'' tutur Ny Bambang Nugroho, pimpinan AMGI.

Untuk kali pertama, kelompok itu mendapat kesempatan tampil di Gedung Mapolda Jawa Tengah, pada peringatan Hari Bhayangkara, 1 Juli 2002. Itu pun bukan konser tunggal, melainkan sekadar sisipan dalam acara di antara grup-grup musik populer yang mengisi acara tersebut.

Menarik Minat

Perlahan-lahan, kelompok musik itu pun berkembang. Keseriusan yang ditunjukkan para pengelola dan pemain, rupanya menarik minat musikus lain di Kota Semarang. Dari tujuh orang pemain, anggota kelompok itu terus bertambah. Pada pertengahan 2003, jumlah personel bertambah menjadi 40 orang.

Sejak terbentuk hingga sekarang, keanggotaannya telah mencapai 60 orang. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam; mulai murid TK, pelajar, mahasiswa, dosen, hingga pegawai swasta. Lima puluh orang memainkan biola, satu orang biola alto, empat orang celo, dan empat orang piano.

Dalam pengelolaannya, AMGI berusaha memisahkan antara manajemen musik dengan menajemen produksi. Manajemen musik diserahkan sepenuhnya kepada A Koersani sebagai pelatih, sedangkan manajemen produksi dikomandani oleh Ny Bambang Nugroho bersama beberapa orang tua pemain lainnya.

Sejak Januari 2004 lalu, AMGI mendapat tempat latihan di Ruang Pertemuan Lantai VII Gedung PLN Distribusi Jateng DIY, Jl Teuku Umar (Jatingaleh) Semarang.

Dengan tempat latihan yang cukup representatif itu, lembaga tersebut semakin serius memersiapkan konser perdana, yang rencananya akan digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, 17 April mendatang. Dalam konser tersebut, mereka akan memainkan 29 repertoar. Di antaranya Minuet in G (LV Beethoven), Yesterday (The Beatle's), dan Plaisir d'Amor (Padre Martini), yang diaransemen oleh A Koersani. (Rukardi-41)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA