logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 Maret 2004 Sala  
Line

Afuwum Karim Jadi Apem, Mengharap Berkah Allah

  • Digelar di Kawasan Wisata Pengging

UNTUK kali pertama Dinas Pariwisata Kabupaten Boyolali bekerja sama dengan Dewan Kesenian Daerah (DKD) dan elemen masyarakat lain akan mengadakan Saparan Pengging di objek wisata Umbul Pengging, Kecamatan Banyudono. Saparan yang menurut rencana berlangsung pada 26 Maret itu berupa perebutan kue apem sebagaimana dilakukan di Kecamatan Jatinom, Klaten.

"Rebut apem atau saparan yang akan diadakan di objek wisata Pengging direncanakan rutin setiap tahun," kata Ketua DKD Edy Sutedjo, kemarin.

Ada beberapa tujuan acara. Pertama, mengajak warga masyarakat atau wisatawan mendekatkan diri kehadirat Allah lewat perenungan dan ngalap berkah di tempat ziarah Yosodipura kawasan wisata Pengging. Kedua, memupuk rasa memiliki dan peduli terhadap khazanah budaya peninggalan sejarah.

Ketiga, melestarikan budaya tradisional. Keempat, memberdayakan perekonomian masyarakat, terutama pedagang kali lima. Keenam, sebagai sarana hiburan dan kegiatan pariwisata.

Urutan Acara

Sebar apem dimeriahkan pasar malam pada 19-28 Maret di Umbul Pengging. Pada 25 Maret diadakan pengumpulan apem dari masyarakat yang dimulai pukul 14.00 sampai 18.00. Acara dilanjutkan selamatan dengan zikir tahlil dan tirakat ziarah padapukul 19.00-21.00. Pada 26 Maret sejak pukul 08.00 sampai 11.00 dilakukan kirab budaya.

Edy Sutedjo menuturkan dalam kirab budaya akan dibawa ribuan apem yang dikumpulkan dari warga masyarakat. Setelah shalat jumat diadakan acara rebutan apem.

"Sebar apem merupakan acara puncak yang kami harap menarik minat wisatawan," katanya.

Gelar apem kali pertama diadakan di kawasan wisata Pengging. Itu sangat beralasan, karena Pengging adalah salah satu objek wisata budaya cukup potensial. Sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit dan kebangkitan Kerajaan Mataram Islam, Pengging selalu tertera dalam lembaran sejarah. Selain itu banyak peninggalan bernilai budaya luhur bila digali dan dilestarikan, yang niscaya menjadi aset budaya sangat potensial. "Karena itu sangat beralasan sebar apem digelar di objek wisata Umbul Pengging," kata dia.

Dinas Pariwisata Boyolali menyatakan apem berasal dari bahasa Arab afuwum karim yang berarti berkah Allah. Lidah Jawa mengeja afuwum menjadi apem.

Sebagian warga masyarakat meyakini bahwa siapa pun yang dapat merebut apem bakal mendapat berkah dari Tuhan. Acara ritual tradisional itu pernah dan sering dilakukan pada zaman dahulu.(Suti Harjoyo-14g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA