logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 Maret 2004 Sala  
Line

PDI-P Minta Maaf, Pemeriksaan Jalan Terus

  • Penganiayaan Kader PKS

KOTA - PDI-P akhirnya meminta maaf kepada PKS atas penganiayaan yang dilakukan kadernya terhadap salah seorang kader PKS, Arif Kristanto (19).

Tak hanya itu, PDI-P juga menyampaikan permintaan maaf kepada partai politik lain di Solo yang merasa terganggu atas pelaksanaan kampanye yang dilakukan kader dan simpatisan PDI-P Solo selama dua kali putaran.

"Kami meminta maaf atas pelanggaran yang telah dilakukan kader kami selama kampanye di Solo," kata Bimo Putranto, pengurus DPC PDI-P Surakarta saat mengikuti pertemuan antarpartai di RM Wong Solo, Jumat (19/3) sore kemarin.

Hadir dalam pertemuan tersebut wakil empat partai di Solo, yakni Sekretaris DPC PBB Surakarta Muh Juwari, Darsono SE dari DPC PPP Surakarta, Bimo Putranto dari DPC PDI-P, Ketua DPD PKS Quatly Abdul Kadir, dan Didik Hermawan dari PKS.

Selain itu, hadir Kapolresta Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto, anggota KPU Suharsono SH, dan Sunni U Firdaus dari Panwas Pemilu setempat.

Bimo mengakui PDI-P kesulitan mengendalikan massa karena saat itu semua kader tumpah ruah mengikuti kampanye. Akibatnya, banyak yang tidak terkendali karena kekurangan tenaga pengaman.

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut wakil beberapa partai yang merasa dirugikan PDI-P bersedia memaafkan.

"Saya juga mengimbau polisi untuk mengadakan razia minuman keras. Tapi, ini bukan karena kader PDI-P yang kemarin (Kamis lalu-Red) melakukan tindakan tidak terpuji itu, mabuk. Ini imbauan untuk semua," katanya.

Meski telah memaafkan, PKS tetap akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap salah seorang kadernya. "Kalau minta maaf, kami telah memaafkan. Tapi karena telah terjadi pelanggaran hukum, kami tetap akan melanjutkan kasus tersebut sampai hukum benar-benar bisa ditegakkan," kata Didik seusai pertemuan.

Dilaporkan Polisi

Meski sudah ada pernyataan saling memaafkan, penganiayaan kader PKS yang diduga dilakukan sekelompok orang beratribut PDI-P tetap diteruskan. Kemarin korban dipanggil ke Polresta untuk dimintai keterangan. PKS pun secara resmi melaporkan kasus itu untuk ditindaklanjuti.

Hingga petang kemarin, Arief, korban penganiayaan dimintai keterangan berkaitan dengan musibah yang dialaminya. Didampingi penasihat hukumnya, Sugiono SH dan sejumlah pengurus PKS, dia memberikan keterangan di depan tim penyidik yang diketuai Kasatreskrim AKP Masrur.

Menurut keterangan korban, dia yang mengendarai sepeda motor secara kebetulan berlawanan arus dengan massa PDI-P di sebelah barat Pasar Nusukan, Banjarsari, Solo. Dia ditugasi ikut mengatur sepur kelinci yang ditumpangi kader PKS.

Saat itulah salah seorang kader PDI-P yang mengendarai sepeda motor mengangkat kaki, sehingga mengenai dirinya. Akibatnya, kedua pihak jatuh. Kader PDI-P saat itu menghampiri dan meminta ganti rugi. Akibatnya, terjadi ketegangan dan kader PKS dihajar.

Selain korban, ada dua saksi yang juga telah dimintai keterangan, yaitu Muhammad Makmur dan Seno Margo Utomo. Kedua saksi itu diperiksa secara terpisah. Pemeriksaan berlangsung hingga petang kemarin untuk mencocokkan pengakuan korban dan penganiaya.

Kapolresta mengatakan, penyelesaian sebenarnya sudah dilakukan dengan langkah koordinasi bersama semua wakil pengurus partai tersebut, baik PDI-P maupun PKS.

Hanya, berhubung penganiayaan itu dilaporkan, kata Kapolresta, pengusutan tetap akan dilakukan. Kepolisian pun sudah mengidentifikasi tersangka. Hanya, polisi tidak menjelaskan dengan jelas identitas tersangka.

Proses hukum yang sedang dilakukan, kata Kapolresta, masih sebatas meminta keterangan korban dan beberapa saksi. "Dalam waktu dekat kami akan melakukan langkah hukum seperlunya," tegas Kapolresta.(G13,G11-86c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA