logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Parpol Akui Rakyat Tak Bergairah

JAKARTA- Sejumlah parpol besar mengakui kurang bergairahnya rakyat menyambut kampanye politik pada putaran pertama (11-18 Maret ). Sebab mereka sudah tidak membutuhkan janji-janji politik. Dalam kondisi sulit seperti sekarang yang dibutuhkan bantuan nyata dari parpol.

Pengakuan itu disampaikan sejumlah pimpinan parpol besar peserta kampanye Pemilu 2004, di antaranya Ketua DPP Partai Golkar Slamet Efendi Yusuf dan Sekjen Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Ary Mardjono di Jakarta kemarin.

Keduanya mengatakan, rakyat jenuh mengikuti kampanye pemilu karena parpol hanya memberi janji palsu, sehingga kampanye yang digelar sekarang tidak bermutu.

''Rakyat sekarang dalam kondisi sulit, maka perlu bantuan nyata, bukan janji politik. Mereka sudah bosan,'' ujar Ary Mardjono.

Karena kampanye tidak bermutu, lanjutnya, wajar jika kurang memiliki greget. ''Bagaimana punya greget, mereka malah hanya menghambur-hamburkan uang untuk pawai dengan mengobral janji. Berapa dana untuk pawai seperti itu.''

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Slamet Efendi Yusuf. Bobot kampanye putaran pertama menjadi kurang karena masih banyaknya janji-janji yang tidak realistis. Misalnya, kalau partai tertentu menang maka biaya sekolah akan dihilangkan.

''Kalau partai ini menang sekolah gratis, ada juga yang bilang akan masuk surga, ini kan janji-janji politik yang tidak mendidik.'' (di-83)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA