logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 Maret 2004 Olahraga  
Line

''Lebih Baik Beli Gelandang''

SEMARANG- Dibandingkan dengan musim lalu, materi pemain PSIS kali ini lebih komplet. Pelatih Cornelis Soetadi mempunyai banyak pilihan dalam menyusun starting line-up yang sesuai dengan taktik dan strateginya. Sayang, lini tengah masih lemah. Penambahan pemain tengah menjadi alternatif pemecahan masalah tersebut.

''Jika manajemen masih mempunyai dana, lebih baik untuk membeli gelandang. Sebab, selama ini lini tengah PSIS masih lemah,'' ujar mantan asisten pelatih PSIS Djoko Yogiyanto.

''Tambah gelandang asing atau lokal tidak masalah. Yang penting kualitasnya harus di atas rata-rata,'' imbuh pria yang akrab disapa Yogi ini.

Dari beberapa pertandingan, dia melihat penambahan gelandang sangat diperlukan. mengingat selama ini barisan tengah pasukan Mahesa Jenar sering kalah bersaing. Padahal, kunci permainan sepak bola ada di lini tengah. Jika lini tengah kuat, suplai bola ke lini depan akan makin banyak.

Dengan demikian, produktivitas gol akan makin baik karena pemain depan mempunyai banyak kesempatan membobol gawang lawan. Apalagi kemampuan lini depan sekarang yang antara lain diisi Indriyanto Nugroho, Purwanto, dan Roberto Kwateh dinilainya sangat baik.

''Namun, jika manajemen tim tidak punya dana untuk membeli pemain, gelandang yang ada harus dioptimalkan agar kinerja mereka meningkat,'' ujar kapten tim PSIS pada akhir 1970-an sampai awal 1980-an itu.

Barisan Pertahanan

Lebih lanjut mantan pemain PSSI Perserikatan itu mengatakan, kuatnya lini tengah juga bakal membuat barisan pertahanan makin kukuh. Pemain tengah tidak hanya bertugas membantu serangan, tapi juga pertahanan.

Selama ini gelandang PSIS hanya pandai menyerang tapi lemah dalam bertahan. ''Jangan ambil pemain belakang lagi. Sebab, barisan pertahanan sudah cukup kuat. Gelandang yang berkualitas pun bisa membantu pertahanan dan serangan. Itu lebih strategis dan menguntungkan,'' tegasnya.

Lini belakang diakuinya sudah cukup solid dan tangguh. Tidak hanya Fofee Camara yang bisa diandalkan menjaga daerah pertahanan, tapi juga Dwi Adhi Yuwono, Idrus Gunawan, dan Riswandi. Kalaupun Fofee absen karena cedera atau akumulasi kartu, Sasi Kirono bisa menjadi pengganti. Secara teknik, Sasi dengan pengalamannya akan mampu menggantikan Fofee sebagai libero. Tinggal bagaimana Soetadi memolesnya agar tampil lebih percaya diri.

''Pemain belakang PSIS sudah cukup solid dan komplet. Sasi Kirono bisa menggantikan Fofee. Cuma, sebelumnya Soetadi harus mengondisikan Sasi terlebih dahulu,'' ungkapnya.

Menurutnya, menambah pemain lebih penting daripada mengurusi masalah nonteknis. Jika secara tim sudah berkualitas, masalah nonteknis yang berkaitan dengan wasit bisa diminimalkan. Wasit akan hitung-hitung mengerjai PSIS yang sudah solid dan kompak. (H13-22c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA