
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Berita Utama |
Lolos dengan Singkirkan 1.405 Pesaing
KONSER eliminasi calon akademia AFI (Akademi Fantasi Indosiar) jilid 2 baru akan digelar Sabtu malam ini. Toh, meski baru menjadi calon, tiga wakil dari Semarang menyikapi bahwa lolosnya mereka untuk mengikuti konser itu sebagai anugerah, juga mujizat. Tak berlebihan, memang. Sebab, untuk menjadi calon akademia saja, mereka harus menyisihkan sebanyak 1.405 saingan (termasuk mereka, peserta pada babak penyisihan mencapai 1.408 orang). Bukan proses yang main-main, tentu. Terlebih dalam seleksi babak awal, mereka sudah harus berhadapan dengan dewan juri yang memiliki banyak pengalaman di dunia musik: Bambang Is, Pepy Kamadhatu, dan Awang Arifin. Maka, dengarlah pengakuan ketika Ny Kunarti Probowarti, ibu dari calon akademia Yudhistira Adi Permana (Yudhis). ''Kami senang Yudhis bisa lolos dari babak awal. Ini sebuah anugerah Tuhan. Dia (Yudhis) bahkan sempat bingung ketika dapat kabar ia lolos seleksi.'' Tentang ''kebingungan'' itu, Kunarti tak mengada-ada. Yudhis pun mengaku dirinya sempat shok karena tak percaya bisa masuk sebagai wakil dari Semarang. ''Waktu pertama dengar kabar itu, ya malah bingung, antara percaya dan tidak percaya,'' katanya, saat audisi bersama dua wakil lainnya, Theodora Meilani Setyowati (Tia) dan Ratna Yulia Nining Kusumawati (Nana), di Radio Gajahmada, sehari setelah pengumuman. Dan rasa tak percaya itu rupanya juga dialami Tia dan Nana. ''Saya nggak menduga. Ini sebuah mujizat,'' komentar Tia. Tia, calon yang datang dari Solo, memang mengikuti daerah pemilihan seleksi di Semarang, bukan Yogyakarta. Kotanya sendiri bukan sebagai daerah pemilihan. ''Bukan apa-apa, tapi karena banyak temen saya yang daftar ke Semarang dari pada ke Yogya. Saya benar-benar kaget bisa lolos, karena yang lebih baik dari saya banyak banget,'' ujar mahasiswi STIE AUB Surakarta itu. Nana pun setali tiga uang. Gadis yang tumbuh dan besar di Madiun, Jatim, ini meski berharap lolos seleksi, ternyata merasa sangat surprise ketika akhirnya benar-benar menjadi calon akademia. ''Wah, rasanya campur aduk antara senang, kaget, dan bingung. Ini berkah Tuhan,'' kata mahasiswi Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, itu. Lantas, bagaimana sikap dari orang-orang terdekat mereka, khususnya keluarga? ''Saya selalu support Yudhis. Apalagi sejak kecil dia sudah menunjukkan bakat nyanyinya,'' lanjut Kunarti. Sang ibu pun berkisah, sejak umur 5 tahun anak ke-3 dari tiga bersaudara itu bahkan sudah bisa menghapal hampir semua lagu yang pernah didengar. Sejak usia balita pula Yudhis mengikuti berbagai kejuaraan. Tak sebatas pada lomba menyanyi, tapi juga fashion dan menari. ''Terakhir, dia sebagai finalis dalam 'Aksi dan Gaya Rexona' di Indosiar,'' kata ibu dua putri dan satu putra itu. Saat mengikuti proses seleksi, mahasiswa semester VIII Fakultas Hukum (FH) Undip itu mengaku tak melakukan persiapan khusus. Namun, bukan berarti ia sekadar datang dengan semangat ''iseng-iseng berhadiah''. ''Saya selalu mengatakan kepadanya, kalau melakukan sesuatu harus total. Tidak boleh setengah-setengah, apalagi iseng,'' ujar Kunarti. Orientasi Pasar Dan begitulah, Yudhis akhirnya lolos mewakili Semarang. Perjalanannya untuk menjadi calon akademia tinggal selangkah lagi. Toh meski demikian, ibu dan keluarganya tak ingin gee rasa (GR). ''Kami pasrah saja. Harapan kami, ya semoga Yudhis lolos dari babak eliminasi ini. Tapi kami tak ingin nggege mangsa. Semuanya kami serahkan kepada Yang di Atas,'' kata Kunarti yang tinggal di Perumahan BPI Blok G/14 Ngaliyan, Semarang itu. Tak ingin memberikan dukungan Yudhis ke Jakarta? ''Mungkin nanti, kalau benar-benar menjadi calon akademia. Saat ini, saya berdoa saja dari sini. Tapi teman-teman Yudhis banyak yang ke Jakarta untuk memberikan dukungan.'' Ya, Sabtu malam ini, sembilan calon akademia dari tiga kota; Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, bakal bersaing dalam konser eliminasi di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Acara tersebut akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar mulai pukul 20.00. Daerah seleksi Semarang meloloskan tiga calon, yakni Tia, Yudhis, dan Nana. Seperti konser sebelumnya, proses seleksi awal dari calon akademia AFI 2 ini memang dilakukan dengan model distrik. Distrik barat (sebut saja begitu) adalah Jakarta, Bandung, dan Medan, sedangkan wilayah timur terdiri atas Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Masing-masing kota mengirimkan tiga wakil, di mana kelak satu wakil dari setiap kota bakal tersingkir untuk menentukan 12 akademia. Konser eliminasi wilayah barat sudah digelar Sabtu (13/3) lalu. Untuk daerah seleksi Semarang, pendaftaran yang dibuka pada akhir Februari lalu berhasil ''mengundang'' sebanyak 1408 peserta. Pada seleksi awal, dewan juri meloloskan 50 orang. Dan pada seleksi akhir tanggal 8 Maret lalu di Hotel Graha Santika Semarang, dewan juri dari Jakarta, antara lain Ria Warna (vokalis kelompok Warna), Iso (manajer kelompok musik Tofu), dan Achan Rahman (koreografer) meloloskan 10 bakal calon, sebelum akhirnya memilih tiga wakil. Bagaimana sebenarnya ''kondisi umum'' tiga wakil dari Semarang itu? Menurut seorang anggota dewan juri, Bambang Is, dari seleksi awal (50 besar) sebenarnya sudah terlihat kualitas dan potensi yang tak terduga dari mereka yang terplih. Sebagian besar dari mereka adalah penyanyi profesional yang sering manggung di kafe-kafe. ''Tapi hasil seleksi akhir sangat mengejutkan kami. Indosiar rupanya punya kriteria sendiri. Mereka lebih mengarah ke pasar. Kami jadi bertanya, AFI itu sebenarnya ajang untuk melahirkan penyanyi atau tokoh?'' Hal yang sama juga dikatakan oleh seorang juri yang lain, Pepy Kamadhatu. Jazzer dari Semarang itu melihat adanya kualitas ''musikalisasi'' yang menurun dalam seleksi akhir. Menurut dia, orientasi para juri tidak lagi difokuskan pada musik atau sebagai penyanyi, tapi lebih mengarah ke pasar. ''Jadi bukan soal kemampuan musik lagi yang dinilai, tapi juga psikologi dan potensi visual mereka. Mungkin karena Indosiar itu bermain pada tataran visual. Soal vokal, mereka toh akan digodok lagi selama 90 hari di Raffles Hills, Cibubur. Tapi saya agak kaget ketika para penyanyi profesional tak satu pun yang lolos.'' Apa pun, tiga wakil dari Semarang sejak minggu lalu telah berada di Jakarta. Perkara bagaimana performance mereka dan siapa yang bakal tersingkir, kita tunggu saja malam ini.(Ganug Nugroho Adi-79) | |||||