
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Berita Utama |
Kerusakan ATC di Soekarno-Hatta TeratasiJAKARTA- Aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat pukul 09.30 normal kembali setelah mengalami gangguan pada pukul 07.46 akibat kerusakan pada sistem pengendalian arus lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC). Akibat kerusakan itu, 20 keberangkatan penerbangan domestik dan internasional terganggu. Direktur Teknik PT Angkasa Pura (PAP) II Efendi di Jakarta kemarin mengemukakan, semua kerusakan tersebut dapat diatasi. Bila kerusakan pertama Kamis (18/3) siang karena data penerbangan tidak berfungsi dengan baik, maka kerusakan hari ini akibat ada gangguan pada sistem radar bandara sehingga pengaturan penerbangan terganggu. Terganggunya sistem komputer tersebut diduga karena faktor cuaca buruk akibat hujan yang mengguyur kawasan bandara sejak siang hingga sore hari. Kemudian pukul 13.15, sistem komputer pendukung lalu lintas udara di sana tidak dapat digunakan total. Karena cuaca buruk, diputuskan untuk menggunakan pengaturan sistem manual agar operasional sejumlah penerbangan tetap dapat berjalan. Akibatnya, 50 pesawat yang akan tinggal landas ataupun 50 pesawat yang akan mendarat terpaksa antre saat memasuki landasan. Hal inilah yang menyebabkan sejumlah penerbangan jadi terhambat. Sejumlah perusahaan penerbangan yang dihubungi mengeluhkan gangguan itu. Karena gangguan yang terjadi pada Kamis (18/3) mengundang komplain dari para pengguna jasa. ''Kami berharap, pengelola Bandara Soekarno-Hatta bisa secepatnya memulihkan ke kondisi normal, sehingga tidak lagi terjadi antrean panjang. Meski gangguan ini di luar kemampuan Garuda, kami juga mohon maaf kepada pengguna jasa karena perjalanan mereka menjadi terganggu,'' jelas Kepala Komunikasi Perusahaan PT (Persero) Garuda Indonesia Pujobroto . Pada penerbangan Jumat pagi, Garuda Indonesia kembali mengalami gangguan, terutama penerbangan pukul 08.00 hingga pukul 09.00. Pujo menyebutkan, selain jadwal keberangkatan, jadwal kedatangan juga mengalami gangguan relatif banyak. Beberapa penerbangan dengan tujuan Jakarta terpaksa ditahan dua hingga empat jam. Kemarin, jumlah pesawat Garuda yang terganggu 18 buah, 16 di antaranya domestik dan dua internasional. Penerbangan internasional yang terganggu, yaitu ke Riyadh dan Singapura. Sementara itu, Manager Humas PT Merpati Nusantara Yanin Waroka mengungkapkan, pesawat Merpati terpaksa mengalami perubahan jadwal 17 rute. Pengamat transportasi udara K Martono mengungkapkan, penyelenggara bandar udara, dalam hal ini PT (Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, bisa dituntut oleh kalangan perusahaan penerbangan yang merasa dirugikan. Dipertanyakan Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan keheranannya dengan kerusakan ini. Dalam hal ini, dipertanyakan soal sistem back up yang selama ini dilakukan bandara. Pengurus YLKI Sudaryatmo mengemukakan, untuk bandara internasional setingkat Soekarno-Hatta semestinya mempunyai sistem peringatan dini. Dalam sistem ini tentunya sudah menyiapkan back up untuk mengantisipasi kerusakan. (bn,F4,dtc-58j) |