
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Berita Utama |
Presiden Taiwan Ditembak
TAIPEI - Presiden Taiwan Chen Shui-bian ditembak di bagian perutnya Jumat kemarin, saat berkampanye menjelang pemilihan presiden Sabtu ini. Untung, kondisinya tidak serius. Wakil Presiden Annette Lu yang berkampanye bersamanya juga terluka, namun tidak parah. Presiden itu dan wakilnya sedang berkampanye keliling kota dengan menumpang jip terbuka di kota Tainan, Taiwan selatan, saat orang tidak dikenal melepaskan tembakan ke arah mereka. Sejauh ini belum ada tersangka yang dilaporkan ditangkap. Para pejabat pemerintahan mengatakan, pemilihan akan berlangsung sesuai dengan rencana, Sabtu (hari ini). Chen, yang tidak menggunakan rompi antipeluru, langsung dilarikan ke sebuah RS di Tainan, kota kelahirannya. Laporan televisi menyebutkan, presiden berusia 54 tahun itu dapat berjalan sendiri ke dalam rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sementara itu Wapres Lu (59) yang terluka di kaki kanannya, terpaksa harus dibantu memasuki RS. Namun kondisinya tidak begitu gawat, kata beberapa pejabat. ''Mereka tetap dalam keadaan sadar dan nyawa mereka tidak dalam bahaya,'' kata Chiou I-jen, kepala staf kepresidenan, kepada para wartawan. Dalam keadaan terluka, Presiden Chen menyerukan rakyat Taiwan agar tenang, kata Chiuo. Ditambahkan, para dokter telah menemukan hanya satu peluru di perut Chen. Kandidat opisisi, Lien Chan, menyempatkan diri mengunjungi Chen di RS. Namun dia hanya hadir beberapa menit, karena presiden harus beristirahat setelah lukanya dioperasi dan dijahit. ''Dia sedang beristirahat,'' kata Lien kepada para wartawan. ''Kami berharap presiden cepat pulih. Kami memberinya sekotak ginseng. Negeri kita negeri yang demokratis. Aksi kekerasan takkan mengganggu pemilu kita.'' Kampanye Ditangguhkan Beberapa menit setelah berita penembakan itu tersebar ke seluruh negeri, Partai Progresif Demokratis (PPD) dan Partai Nasionalis (Kuomintang) yang beroposisi memutuskan untuk menunda kampanye. Para pejabat prihatin, jangan-jangan pendukung Chen yang prokemerdekaan Taiwan, memicu aksi kekerasan pada kampanye pemilihan akhir Jumat malam (semalam WIB). ''Demi stablitas sosial, kami telah menangguhkan semua kegiatan kampanye,'' kata ketua kampanye PPD Su Chen-Chang.
Presiden Chen sebenarnya dijadwalkan menyampaikan pidato pada kampanye Jumat malam di Taipei, ibu kota negara itu. Kandidat Kuomintang (KMT), Lien Chan, yang diyakini akan kalah dalam pemilihan presiden tersebut, juga menangguhkan kampanye. ''Karena situasi seperti ini, kami memutuskan untuk menangguhkan semua kegiatan kampanye pada malam ini,'' katanya, dalam jumpa pers di Taipei. Dolar Taiwan langsung anjlok 0,2 persen ketika tersiar laporan awal tentang penembakan itu, sehingga bank sentral terpaksa melakukan intervensi pasar untuk mengatasi kejatuhan nilainya. Pemilihan presiden itu, yang ketiga diadakan di Taiwan berdasarkan hak pilih universal, akan tetap berlangsung seperti dijadwalkan, kata para pejabat pemerintahan. ''Menurut undang-undang pemilu, pemilihan persiden tetap berlanjut, kecuali apabila ada calon presiden yang meninggal,'' kata seorang pejabat Komisi Pemilihan Pusat. Hanya Satu Tembakan Komisi Pemilihan mengatakan, polisi sedang memburu tersangka pelaku penembakan tersebut. ''Penembakan tersebut terjadi bersamaan dengan terdengarnya bunyi ledakan petasan, sehingga kami tidak tahu persis berapa banyak tembakan yang dilepaskan,'' kata seorang pejabat komisi itu. Seorang pembantu dekat presiden mengatakan, dia yakin hanya satu tembakan yang dilepaskan ke arah jeep yang dinaiki Chen dan wakilnya, pada pukul 13.45 waktu setempat. ''Peluru mula-mula menyerempet lutut wapres, kemudian mengenai perut presiden,'' kata Wang Hsin-nan, anggota parlemem dari PPD, yang ikut kampanye bosnya dengan mengendari motor. Semalam Presiden Chen Shui-bian dilaporkan telah diizinkan meninggalkan RS, untuk kembali ke Taipei. Di kota itu, dia akan memberikan suaranya pada pemilihan presiden hari ini. ''Presiden dan wakil presiden baru saja meninggalkan rumah sakit,'' kata seorang jubir RS Chi Mei, tempat kedua petinggi pemerintahan itu dirawat, Jumat petang. Menurut sumber rumah sakit, dokter yang merawatnya memberikan 14 jahitan pada luka di perut Chen. Sejauh ini belum ada komentar dari China, yang memperlakukan Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang. Beijing siap melakukan tindakan kekerasan untuk ''memberikan pelajaran'' kepada negara pulau itu, kalau coba memerdekakan diri. Menurut sebuah web China, Partai Komunis yang berkuasa di negeri telah mengeluarkan larangan kepada media untuk tidak memberitakan insiden yang menimpa presiden Taiwan dan wakilnya itu. Semalam, Pemda Kota Tainan menawarkan hadiah tiga juta dolar Taiwan (sekitar Rp 750 juta) bagi pemberi informasi yang dapat berbuntut dengan penangkapan tersangka penemebak Presiden Chen. Wali Kota Tainan Hsu Tain-tsair menawarkan hadiah tersebut pada konferensi pers yang ditayangkan langsung oleh televisi. ''Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh bangsa Taiwan, karena insiden ini terjadi di kota Tainan yang biasanya aman dan damai,'' katanya. ''Dengan ini kami menawarkan hadiah tiga juta dolar Taiwan,'' tambah Hsu, yang juga merangkap sebagai kepala kepolisian setempat. Polisi mengatakan belum mendapatkan informasi yang cukup tentang siapa pelaku penembakan tersebut. (rtr-ed-30) | |||||