
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Diusulkan, Jalan Terminal Terboyo Segera Dibangun dengan BetonSEMARANG- Menindaklanjuti aksi unjuk rasa dari Forum Komunikasi Warga Terminal Terboyo (15/3), Tim Perbaikan Terminal Terboyo Pemkot Semarang yang diketuai Asisten II Walikota Semarang Ir H Slamet Riadi melakukan tinjauan langsung ke lokasi, Kamis (18/3) siang. Berdasarkan hasil peninjauan itu, dia akan mengusulkan kepada Wali Kota H Sukawi Soetarip SH agar kerusakan jalan di Terminal Terboyo segera diperbaiki dengan cara dibeton. Alasannya, bila hanya diaspal, jalan akan cepat rusak kembali. ''Petugas sudah melakukan pengukuran di lapangan. Saya akan mengusulkan segera dilakukan perbaikan dengan cara dibeton. Jangan sampai mindongaweni (dua kali kerja-Red) karena biayanya sangat besar,'' katanya ketika ditemui Suara Merdeka di sela-sela peninjauan. Bersama Ir H Slamet Riyadi, Staf Ahli Walikota Ir H Ramelan Basuki, sejumlah staf DPU, Dinas Pertamanan dan Dinas Perhubungan Kota Semarang. Secepatnya, lanjut Slamet, pihaknya meminta DPU untuk mengajukan perhitungan anggaran dan rencana kerja. Selanjutnya, Dinas Pertamanan diminta segera memasang lampu penerang jalan di sepanjang jalan menuju Terminal Terboyo, sedangkan DPU diminta melakukan normalisasi saluran serta menguras air yang menggenangi jalan. ''Pekerjaan itu tidak boleh terlalu lama. Kasihan para awak bus, mereka sangat menderita,'' tuturnya. Peron Bus Seperti biasanya, pihaknya mengusulkan agar dana perawatan terminal dioptimalkan. Setiap tahunnya, sebesar 40 % dari pendapatan peron bus dan penumpang disisihkan. ''Saya kira cukup bila perawatan diambilkan sebesar 40% dari pendapatan terminal.'' Mengenai kemunculan terminal bayangan di ujung jalan Terminal Terboyo, dia mengatakan, hal itu akan hilang dengan sendirinya . Bila jalan sudah diperbaiki, akan banyak awak angkutan umum terutama bus bersedia masuk ke dalam terminal. Kapolsek Genuk AKP Wasidi sependapat dengan Ir H Ramelan Basuki. Adapun mengenai keberadaan pos polisi lalu lintas, menurut dia, tidak harus disalahkan atas keberadaan posnya. Sebab, itu tergantung pada iktikat baik aparat yang siaga di pos tersebut. ''Bila masyarakat menilai pos itu kurang berperan dalam penertiban sekitar ujung jalan terminal, tentu bukan pos polisinya yang harus disalahkan, melainkan aparat yang ada di dalam pos itu yang harus ditinjau kembali,'' katanya.(G5-73i) |