
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Satgas PDI-P Kendal Tewas Tertabrak KAKENDAL-Lintasan kereta api (KA) tak berpintu kembali memakan korban jiwa. Sarwono (35), Jumat (19/3) sekitar pukul 09.30, tertabrak KA barang jurusan Semarang Poncol-Jakarta ketika mengendarai motor Honda Supra H-4244-CW dan melewati di lintasan KA tanpa palang pintu di Dukuh Tegalsari, Desa Caruban, Ringinarum, Kendal. Kepalanya terluka parah dan dia tewas di lokasi kejadian. Beberapa aparat Polsek Gemuh, Polres Kendal, yang datang ke tempat kejadian agak kesulitan mengidentifikasi korban. Saat ditemukan korban tak membawa kantur identitas. "Dia hanya mengenakan kaus dan rompi PDI-P. Di saku celana ada STNK motor Supra atas nama Drs HM Supito. Belakangan diketahui dia bernama Suwanto, satgas partai itu," kata Kapolsek Gemuh AKP Crubus. Musibah itu diduga terjadi karena kekuranghati-hatian Sarwono saat melintasi lintasan KA tanpa palang pintu. "Dia berniat mengantarkan surat dari kantor DPC ke kantor PAC PDI-P Ringinarum. Jenazahnya dibawa ke RSUD Kendal dan motornya diamankan di Mapolres." Musibah berawal saat Sarwono yang mengendarai motor Supra melintasi jalan tembus Gemuh-Weleri. Beberapa saksi mata menuturkan motor melaju dari timur, hampir beriringan dengan KA barang. Jalur KA pantura sejajar di sebelah selatan jalan tembus Gemuh-Weleri. Diperingatkan Kendati beriringan dengan KA, tampaknya pengendara motor tidak waspada. Secara mendadak Suwarno membelokkan motor untuk menyeberang di lintasan KA Caruban (menuju ke Desa Ngawensari, Ringinarum-Red). Karena jarak antara sepeda motor dan KA sudah dekat, tabrakan tak dapat dihindari. Akibat tertabrak KA bernomor loko 1005, Suwarno terpental ke depan KA sekitar 25 m. Motornya terseret sekitar 1 km hingga di depan Balai Desa Caruban. "Sebelum pengendara motor nahas itu berbelok dan melewati lintasan KA, dua orang yang berboncengan motor di belakangnya sudah berteriak keras dan memberi peringatan ada kereta lewat. Saya juga berteriak-teriak untuk memberi peringatan. Namun teriakan kami tampaknya tidak dia dengar. Tabrakan pun terjadi," kata Ny Bandiyah (52), pemilik warung makan di sekitar lokasi kejadian. (G15-73g) |