
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Kader PKS Keberatan Benderanya Dicabuti PanwasSALATIGA - Sejumlah bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salatiga dan beberapa parpol lainnya yang dipasang di depan Masjid Sultan Fattah, Jalan P Diponegoro, Jumat (19/3) siang, dicabuti oleh Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu. "Seharusnya kalau merasa keberatan kami memasang bendera di situ, ya ngomong baik-baik. Nanti kami copoti sendiri. Tak usah lapor ke Panwas atau KPU. Kami bisa mencopotinya sendiri," kata Ketua DPC PKS Sidorejo Amir Taat kepada, Jumat. Sebenarnya, kata dia, pihaknya hanya memasang di batang-batang pohon yang berlokasi di depan masjid, tidak di kompleks masjid. Jarak antarpohon sekitar 1,5 m. Menurut Ketua Panwas Salatiga Drs Saefudin Zuhri MA, yang dicabuti tak hanya bendera PKS, tetapi juga bendera dari parpol-parpol lainnya. Alasannya, pemasangan bendera tersebut melanggar kesepakatan antarparpol. Pencopotan bendera tersebut akan dipertanyakan PKS Sidorejo. Sebab, pencopotan bendera baru dilakukan Jumat. "Kami akan meminta penjelasan Panwas," kata seorang kader PKS. Intimidasi PNS Sementara itu dari Kabupaten Grobogan diberitakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Grobogan KH Khamzah Matni mengimbau para pimpinan parpol yang aktif dalam kampanye Pemilu 2004 agar tidak memanfaatkan agama sebagai komoditas politik dan tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai kemenangan politik. "Intimidasi terhadap pegawai negeri sipil (PNS) untuk memilih partai tertentu pada pemilihan umum (pemilu) sudah bukan zamannya lagi. PNS harus netral sebagaimana aturan yang berlaku. Karena itu biarkan mereka memilih sesuai dengan hati nuraninya," katanya. (A2-63i)(H3-84i) |