
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Belasan Murid SD Pandeanlamper 5 Keracunan
GAYAMSARI-Sembilan belas murid SD Pandeanlamper 5 mengalami keracunan di sekolah mereka Jalan Badak Raya, Kamis (19/3) siang. Diduga hal itu terjadi setelah mereka mengonsumsi susu merek tertentu yang dibagikan oleh sejumlah sales. Susu yang dibagikan kepada para murid adalah susu cair yang telah didinginkan. Susu yang memiliki rasa strawberry itu dibagikan dalam gelas kecil-kecil. Sebelum dibagikan, susu ditempatkan di dalam galon stainlles berukuran besar. Setelah meminum susu, sales membagikan susu bubuk ukuran sachet berberat bersih 27 gram. Tiap anak mendapat bagian satu buah dengan susu rasa buah jeruk. Pada kemasan susu bubuk itu, tertulis ''tidak dijual'' dan masa kedaluwarsa yang belum terlewati, yakni Desember 2004. Lokasi SD Pandenlamper 5 satu unit dengan SD Pandeanlamper 4 dan 6. Sembilan belas murid itu terdiri atas 17 anak kelas IV dan 2 kelas III. Gejala yang muncul pada mereka di antaranya, pusing-pusing, badan terasa lemas, wajah pucat dan perut mual. Sebagian dari mereka ada yang muntah-muntah. Oleh para guru, murid-murid itu kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. Setelah beberapa jam dirawat, kondisi mereka semakin membaik. Pihak rumah sakit memperbolehkan mereka pulang ke rumah masing-masing, setelah dinyatakan benar-benar sehat. Murid kelas IV, Akbar Setyo Utomo (9), warga Jl Kelinci V/31 mengungkapkan, beberapa menit setelah minum susu perutnya terasa mual dan kepala pusing. Dia kemudian berlari menuju ke kelasnya dan tidur di atas bangku. ''Meski sudah istirahat, kepala saya tetap pusing dan mual. Saya langsung ke kamar kecil, karena mau muntah,'' tuturnya kepada Suara Merdeka, kemarin. Setelah Promosi Guru kelas, Rosyana SPd, menuturkan, peristiwa itu terjadi setelah dilakukan promosi susu merek tertentu di sekolahnya, pukul 14.30. Persisnya, setelah beberapa sales sudah pulang dari kegiatannya. Kemungkinan para sales itu banyak yang tidak mengetahui perisitiwa tersebut. Kepala SD Pandeanlamper 5 Dra Sri Lestari didampingi Kepala SD Pandeanlamper 4 Sarino menambahkan, para murid yang mengalami keracunan dilarikan ke RS Bhayangkara. Sejumlah barang bukti berupa bekas susu yang diminum para murid dan bekas wadahnya, diserahkan ke RS Bhyangkara. Dua susu sachet dengan mereka yang sama diserahkan ke aparat Polsek Sidodadi sebagai barang bukti. Kapolres Semarang Timur AKBP Juhartana MSi didampingi Kapolsek Sidodadi AKP Joko Purnomo SH mengakui adanya peristiwa keracunan tersebut. Pihaknya kini masih mengamankan dua bungkus susu bermerek sama. Selanjutnya, pihaknya akan meminta keterangan dari pihak sales produk susu tersebut.(G5-73k) |