
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Mau Nyoblos Jangan Lupa Bawa KacamataSETELAH ditunggu lebih dari lima menit, Suyoto, pegawai Bulog Divre IV Jateng tak juga beranjak dari bilik suara, tempat diadakannya simulasi mencoblos kartu suara. Panitia dari KPU Kota Semarang yang mengadakan simulasi di aula Kantor Bulog, Jalan Menteri Supeno itu juga sempat keheranan mengapa laki-laki separo baya tersebut tak juga meninggalkan bilik suara. Semua yang hadir penasaran terhadap tingkah laku Suyoto saat berada di bilik, yang kalau dipandang dari depan hanya terlihat wajah dan kepalanya. Akhirnya, sambil cengar-cengir dia meninggalkan bilik suara menuju kotak tempat dia harus memasukkan surat suara yang telah dicoblosnya. Kebetulan pada saat itu Suyoto adalah peserta simulasi terakhir yang melakukan pencoblosan. Apa yang terjadi padanya, membuat para pegawai Bulog dan anggota KPU yang hadir di aula tak dapat menahan geli. Setelah meninggalkan kotak suara, Hakim Junaidi dari KPU Kota Semarang langsung bertanya kepada Suyoto, mengapa dia berlama-lama di bilik suara. Padahal, berdasarkan pengamatan, waktu melakukan pencoblosan tidak lebih dari 4 menit. ''La wong saya tadi lupa membawa kacamata plus saya. Jadi, mana yang harus saya coblos tidak bisa terlihat jelas,'' ujar Suyoto polos dan langsung disambut tawa pegawai lain yang hadir. Maklumlah, agar dapat melihat dengan jelas untuk jarak dekat sebagaimana layaknya orang tua, Suyoto harus menggunakan kacamata plus. Kebetulan, dia lupa membawa kacamatanya ketika menuju aula tempat diadakannya simulasi pencoblosan Pemilu 2004. Acara simulasi pencoblosan yang berlangsung Kamis (18/3) tersebut diselenggarakan atas kerja sama Bulog Divre IV dengan KPU Kota Semarang. Pada kesempatan itu, hadir Kadivre Bachtiar RS dan sebagian besar pegawai Bulog, serta beberapa perwakilan Sub-Divre dari beberapa daerah. (Surya Yuli P-73k) |