logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Seminggu Kampanye, Saham Kembali Menguat

KAMPANYE pemilu yang berlangsung relatif aman seminggu ini, membuat kepercayaan investor di bursa saham kembali normal. Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok menjelang dan beberapa hari saat pelaksanaan kampanye pemilu.

Berikut ini petikan wawancara dengan praktisi pasar modal dari PT Andalan Artha Advisindo Muhammad Zamrony terhadap kondisi pasar yang tetap direspons positif investor.

Menurut Anda, fenomena apa yang membuat pasar begitu cepat merespons sehingga saham turun begitu cepat dan kembali normal?

Kembali saya selalu mengingatkan, bursa saham sangat sensitif sekali terhadap perubahan yang terjadi. Jika kondisi atau muncul sentimen negatif seperti faktor keamanan, pasar meresponsnya dengan cepat dan akhirnya berdampak kepada turunnya IHSG. Begitu pula sebaliknya ketika mucul sentimen positif, pasar juga cepat meresponsnya dan berdampak pada kenaikan IHSG.

Lalu apa kaitannya dengan kampanye?

Berkaitan dengan kegiatan kampanye Pemilu 2004 yang mulai Kamis (11/3) lalu dan telah berlangsung sepekan, memang pada awalnya membuat IHSG menurun selama beberapa hari. Di pasar, kondisi seperti ini merupakan sentimen negatif karena kampanye telah mengakibatkan kekhawatiran pelaku pasar bakal berdampak buruk.

Akibatnya, sebagai tindakan keamanan terhadap investasi modal mereka, pelaku pasar menjual saham-saham mereka. Pelaku pasar yang menjual saham tersebut pada umumnya adalah investor ritel atau pelaku perorangan yang relatif khawatir.

Sejak Selasa-Jumat (9-12/3) IHSG sudah turun mulai 771,08, 754,50, 741,20, dan ditutup Jumat 738,15. Dibuka Senin (15/3), IHSG masih turun menjadi 724,15 dan pada hari berikutnya, Selasa (16/3), kembali turun pada 716,18.

Pasar juga semakin merespons negatif ketika muncul polemik pengunduran diri Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono pada hari pertama kampanye. Respons negatif tersebut dibuktikan dengan aksi mereka menjual saham dan berdampak terhadap penurunan IHSG.

Kenyataannya, kampanye pemilu selama sepekan ini yang diperkirakan dapat menimbulkan gangguan keamanan atau gangguan usaha tidak seperti yang diperkirakan para pelaku pasar saham. Bahkan, kondisi keamanan ternyata relatif dapat dipertahankan dan akhirnya kepercayaan investor saham kembali normal yang dibuktikan pembelian kembali saham. IHSG kembali menguat pada Rabu (17/3) pada 730,59, kemudian pada Kamis (18/8) menguat lagi 733,57, dan pada penutupan akhir pekan IHSG berada pada posisi 742,914.

Dalam situasi yang masih tidak menentu seperti ini, apa yang seharusnya dilakukan investor?

Strategi yang sebaiknya dilakukan oleh investor adalah dengan lebih selektif membeli saham. Yakni dengan mencari dan memilih saham-saham di bursa yang memiliki fundamental lebih bagus dari saham lainnya. Kemudian, bila dalam kurun waktu tertentu baik dalam hitungan harian atau mingguan, sekiranya saham tersebut berada dalam posisi menguntungkan lebih baik dijual. Sebenarnya aksi beli dan jual tersebut merupakan hal yang wajar pula, namun untuk kondisi yang masih tidak menentu banyak yang menerapkan strategi tersebut. (Surya Yuli P-82j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA