logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 20 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Kenapa Minyak Tanah Suka Menghilang?

KASUS minyak tanah "menghilang" dari pasaran tidak berhenti sepanjang penyebabnya tidak dibasmi. Bahkan diperkirakan, wilayah kelangkaan selalu berpindah sesuai dengan pola permainan makelar. Setelah Kota Tegal, lalu pindah Magelang, Kendal, dan pekan ini Semarang.

Saat ini penjualan komoditas minyak tanah memang usaha yang sangat menguntungkan. Pertanyaannya adalah mengapa masyarakat yang selalu menjadi korban? Jika ditelusuri lebih jauh ternyata penyebabnya adalah persoalan harga. Pemerintah memberi subsidi minyak tanah kepada masyarakat dengan harga di instalasi Pertamina Rp 700/liter. Ditambah ongkos angkut, harganya di tingkat pangkalan menjadi Rp 1.000/liter. Untuk kebutuhan industri dipatok Rp 1.800/liter.

Perbedaan harga yang sangat mencolok itu mengakibatkan segelintir orang mengondisikan gejolak selalu terjadi di masyarakat. Harapannya, pemerintah melakukan operasi pasar sehingga volume meningkat. Keuntungan yang mereka keruk pun semakin besar. Sering disebut-sebut ada spekulan yang menampung minyak tanah dengan harapan terjadi gejolak pasar, kemudian harga dipermainkan seenak sendiri. Sebenarnya ada persoalan yang lebih realistis, yakni pembelokan distribusi. Semestinya untuk kebutuhan masyarakat tetapi dijual kepada industri.

Penyelewengan tersebut sudah diketahui oleh pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, beberapa waktu lalu mengeluh mengapa penjahat ekonomi sampai sekarang sulit ditangkap atau belum ada yang dijatuhi hukuman. Memang tidak semudah membalik telapak tangan. Dalam hal minyak tanah ada juga yang menyebut-nyebut itu bagian dari permainan, sedangkan semua pemain berlomba-lomba mencari akses dari daerah sampai pusat. Apakah Pertamina tidak berani melakukan langkah-langkah konkret dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku? Purnomo Yusgiantoro menegaskan pemerintah akan mengaktifkan kinerja Tim Pelaksana Penanggulangan Penyelewengan (TP3) BBM. (I Nengah Segara Seni-53i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA