
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Kenaikan Harga Tak Membuat Konsumen Beralih dari ElpijiPURWOKERTO-Kenaikan harga elpiji tidak terlalu memengaruhi minat konsumen dalam menggunakan bahan bakar gas tersebut. Minat masyarakat terhadap elpiji masih stabil. Yang biasa menggunakannya tidak beralih ke bahan bakar lain. ''Jumlah elpiji yang didistribusikan kepada konsumen sejak kenaikan harga tidak terlalu berpengaruh. Meski ada sedikit penurunan tetapi tidak terlalu signifikan,'' kata Sugianto, Ketua Bidang Elpiji Hiswana Migas Cabang Banyumas, kemarin. Tak ada penurunan permintaan elpiji sejak kenaikan harga di masyarakat. Setiap bulan, kelima agen elpiji di eks Karesidenan Banyumas dan Kebumen rata-rata menjual 20.000 tabung ukuran 12 kg. Sugianto mengemukakan, pada awalnya para pengguna gas elpiji ada yang cukup terkejut dengan adanya kenaikan harga. ''Saat diumumkan kenaikan dari Rp 2.850/kg menjadi Rp 3.000/ kg, sejumlah konsumen bertanya kenapa naik. Namun, beberapa hari kemudian pengguna elpiji memaklumi kenaikan itu,'' jelasnya. Disubstitusi Elpiji yang banyak dipakai oleh masyarakat, katanya, adalah elpiji dengan berat 12 kg. Di agen harga elpiji 12 kg yaitu Rp 36.000. Namun, kalau sudah di subagen dan diantar hingga ke rumah biasanya ada sedikit tambahan ongkos antar. Kenaikan harga elpiji di wilayah Banyumas, ungkap Sugianto, tidak terlalu menimbulkan gejolak karena sebagian besar konsumen elpiji adalah kelas menengah ke atas. Para pedagang kecil seperti pedagang mi dan roti yang biasa menggunakan elpiji sempat mengeluhkan kenaikan harga tersebut. Namun, setelah berjalan tidak ada masalah karena untuk keperluan lain ada yang disubstitusi dengan menggunakan minyak tanah. Misalnya, mereka merebus air tidak dengan gas elpiji tapi dengan minyak tanah. Salah seorang agen elpiji di Purbalingga, Ping Asrikin, mengakui hal tersebut. Dia mengatakan, permintaan elpiji dari para pelangannya sampai kini tidak berkurang. ''Permintaan masih stabil. Pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap penggunaan elpiji,'' kata dia yang dalam sebulan bisa mendistribusikan 22.000 tabung lebih ukuran 12 kg. Sugianto menambahkan, dengan kenaikan harga elpiji itu dia mengimbau agar para agen di wilayah Banyumas meningkatkan pelayanan kepada konsumen. "Jangan sampai kenaikan harga tidak diikuti dengan peningkatan pelayanan. Apalagi sampai belaku curang dengan mengurangi isi tabung. Hiswana Migas selalu memantau distribusi elpiji. Kalau ada penjual yang nakal akan langsung dikenakan sanksi, misalnya tidak lagi diberi kesempatan menjadi subagen atau penjual elpiji,'' ujarnya. (G23-81e) |