
| Sabtu, 20 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
"Akan Saya Adukan ke Polda"TEGAL - Menanggapi tuntutan mundur dari berbagai pihak belakangan ini, Kajari Kota Tegal Sampe Biantong SH langsung memberikan klarifikasi duduk persoalan yang sebenarnya. Dia membantah keras tudingan bahwa dirinya arogan dan melakukan tindak kekerasan terhadap bawahannya Kasi Pidsus Nicolas SH. Sembari menunjukkan kronologi yang memunculkan isu di tengah masyarakat, Sampe secara tegas mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan perkara tersebut ke Polda Jateng. Persoalannya, lanjut dia, atas persetujuan Kajati, perkara tersebut tidak akan selesai jika dirinya dan Nicolas tidak segera dipertemukan. "Nama saya dan institusi kejaksaan dicemarkan oleh isu tersebut. Kami akan mengadukan ke Polda Jateng agar persoalannya segera selesai," katanya. Ketika didesak soal kronologi kejadian yang sebenarnya, Sampe mengakui, ada perselisihan dirinya dan Nicolas menyangkut tuntutan mengenai berbagai perkara, termasuk tuntutan sidang kapal, Sabtu (13/3) lalu. Pada waktu itu, kata dia, Nicolas memang sempat emosi kepada dirinya. "Ada empat saksi waktu itu. Memang ada perselisihan, tapi tidak ada penganiayaan. Bahkan, Nicolas terlihat emosional sambil mengangkat kursi akan dilemparkan ke saya," katanya. "Ayo Berkelahi" Menanggapi emosi Nicolas itu, selaku pimpinan dia bersikap tegas. "Saya katakan waktu itu, saya bukan perempuan, ayo kalau mau berkelahi. Setelah itu, Nicolas malah meminta maaf sambil menunduk di meja. Jadi tidak ada penganiayaan, apalagi tusuk-tusukan seperti yang dituduhkan," katanya. Kajari juga mengatakan, kejadian itu sudah dilaporkan kepada Kajati. Agar perkara itu tidak melebar, Kajati menyarankan agar persoalan tersebut diadukan ke Polda Jateng. "Menurut rencana pekan depan. Harapan saya, jika sudah dipertemukan dengan Nicolas dan dilakukan penyelidikan perkara itu bisa segera selesai," Lantas bagaimana dengan badik (pisau) yang disebut-sebut digunakan untuk melukai tangan kiri Nicolas? "Tidak ada itu. Saya tidak membawa senjata. Dari mana kabar itu?" ujar dia. Sementara itu, Suara Merdeka ketika berusaha menghubungi Nicolas, kemarin, telepon genggamnya tidak aktif. Namun, sebelumnya, dia pernah mengaku, dirinya tidak tahu-menahu persoalan tersebut. "Saya sekarang berada di Jakarta, sedang ada kepentingan keluarga. Saya tidak tahu soal itu. Sebab, sudah beberapa hari ini saya tidak masuk kantor," ungkapnya. Dia juga tidak bersedia memberikan keterangan seputar isu yang berkembang mengenai dugaan penganiayaan tersebut. "Tidak ada apa-apa," uja dia singkat. (G12-17e) |