| INDEKS BERITA HARI INI | Jumat, 19 Maret 2004 |
Gubernur Keluhkan Logistik Pemilu
JAKARTA- Presiden Megawati menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia (gubernur, wali kota, dan bupati) untuk membantu KPU agar pemilu dapat terselenggara sesuai dengan jadwal. |
KPU Sangat Optimis
JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) optimistis surat suara Pemilu 2004 akan terdistribusi sampai ke panitia pemungutan suara (PPS) 26 Maret 2004. KPU juga yakin, pemilu berlangsung sesuai dengan jadwal. Hal ini disampaikan Ketua KPU Nazaruddin Syamsudin kepada wartawan di Hotel Gran Melia. |
|
| Analisis Mewaspadai Orba
|
Bayi Tewas akibat Pengasapan DB
|
|
|
Dua Hotel di Irak Dibom, 33 Tewas
|
Diusut, Uang Palsu di Jateng
JAKARTA- Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menindaklanjuti temuan beredarnya uang palsu di Jateng saat kampanye. Sejauh ini dari penyelidikan Mabes Polri, uang palsu yang beredar itu tidak digunakan untuk kegiatan politik uang suatu partai. |
|
|
Lahirkan Dua Pasang Bayi Kembar Identik
HOUSTON - Setelah berjuang lewat pengobatan kesuburan selama tiga tahun, Jeffery dan Sheryl McGowen dikaruniai bayi kembar indentik. Dan bayi yang sudah lama diidam-idamkan itu, tidak hanya sepasang namun dua pasang sekaligus! |
Mustofa Cabut Sebagian BAP
SEMARANG- Imron alias Mustofa yang menjadi saksi dalam sidang kasus Bom Sri Rejeki, Kamis (18/3) telah mencabut sebagian keterangan yang disampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). |
|
|
Orang Samin di Sukolilo, Pati (3-Habis) Melawan dengan "Sipat Nggendheng"
|
Istri dan Anak Datangi PN Semarang
KETIKA Imron alias Mustofa menjadi saksi dalam kasus Bom Sri Rejeki di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (18/3), ada seorang wanita yang sangat merindukannya. Dialah Fathatul Zumaroh, istri Mustofa. Kerinduan itu tak dapat dimungkiri Zumaroh, karena hampir sebulan tidak pernah bertemu dengan suami tercinta. |
|
|
Kemesraan Bersama Agen dan Loper
|
Wagub Janjikan Bantuan untuk Warga Kedungombo
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan bantuan kepada masyarakat Kedungombo yang difasilitasi Komite Pemberdayaan Masyarakat Kedungombo (Kompak). Meski demikian bantuan tersebut disesuaikan dengan keuangan daerah, setelah ada rancangan program yang detail. |
|
Polisi Selidiki Latar Belakang Korban
SEMARANG- Reserse kriminal Polwiltabes terus menyelidiki kasus hilangnya uang senilai Rp 485 juta milik Setiawan DR (43), pengusaha valuta asing (valas) di Bank Lippo, Jalan Pemuda. Meski mencium bau kejanggalan yang cukup kuat, polisi belum dapat menemukan bukti adanya rekayasa dalam kejadian itu. |
||