logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 19 Maret 2004 Surat Pembaca  
Line

Soal Perawan Tua

Saya tertarik tulisan Prana Perdana tentang "menyikapi perawan tua". Memang benar predikat perawan tua merupakan momok bagi seorang wanita termasuk keluarganya. Namun pria pun bisa menyandang gelar serupa dengan istilah bujang lapuk atau bujang tua. Kedua gelar itu sama-sama tidak disukai.

Saya yakin seorang bujang tua mempunyai kegelisahan yang sama dengan perawan tua. Memang dalam kenyataan wanitalah yang lebih disorot. Kadang wanita dengan predikat perawan tua menjadi korban pelecehan para pria tak bertanggung jawab.

Masyarakat cenderung menyalahkan si wanita. Tidak seperti pada perawan di bawah umur. jelas ada perlindungannya dan tak mungkin masyarakat menyalahkan. Walau kenyataannya banyak anak di bawah umur berbuat melampaui orang dewasa.

Kecendrungan ini membuat perawan tua menjadi tersudut dan akhirnya pasrah menerima perlakuan tidak adil. Perawan tua, masalah yang sangat sensitif. Diakui atau tidak mereka dalam hatinya tetap merasa risau dan gelisah, terlepas dia wanita karier atau wanita biasa yang tak mempunyai jabatan.

Hal ini berkaitan dengan jodoh dan semua tahu hanya Allah yang menentukan. Dengan mendekatkan diri pada Allah kita bisa menerima kenyataan dengan ikhlas sehingga tak terjerumus dalam dosa. Saya bicara seperti ini karena saya mengalami. Betapa sakit hati bila dengar omongan orang tentang diri saya.

Ironisnya yang sering menggunjing malah kaum wanita sendiri. Tanpa mereka sadari semua itu bisa terjadi pada keluarga bahkan anak sendiri. Tapi tak bisa menyalahkan mereka karena kenyataannya memang benar. Makin kita tak terima maka hati ini akan makin sakit.

Komasiyah
Kutoharjo Rt 1/Rw 1 Gringsing, Batang

***

SMS Berhadiah

Saya sering mendapat SMS yang menjatakan dapat hadiah uang berkisar Rp 5 juta sampai Rp 20 juta, mobil atau bahkan kabar duka seperti keluarga kecelakaan. Untuk itu saya harus mengirim sejumlah uang untuk membeli alat-alat operasi emergensi. Saya tahu semua kabar bohong belaka.

Kemudian iseng - iseng saya diskusi dengan teman yang juga mendapat SMS serupa. Saya himpun variasi jawaban mereka sebagai berikut:

- Semoga Tuhan mengampuni dosanya .

- Terima kasih informasi hadiahnya, selanjutnya saya mesti

bagaimana.

- Saya sudah punya Mercy, kok ditawari Baleno/kijang gak level doong.

- Bawa sini hadiahnya, biar nggak kelihatan bo'ongnya.

- Kalau memang operasinya darurat mbok ya mbayari dulu buat

beli alatnya. Kirim saja kuitansinya, nanti aku ganti deh.

- Itu bukan suamiku kok yang kecelakaan, barangkali saudara kamu

sendiri. Coba dicek lagi. Selamat ya....berduka....

- Kamu kok nawari hadiah cuma Rp 20 juta, kemarin saya dapat hadiah Rp 50 juta saja saya tolak.

- Bawa sini dong uang tunainya, terus terang saya nggak mengerti cara transfernya.

- Enak bener dapat hadiah gratis. Emang duit jatuh dari langit.

Demikian hasil rangkuman jawaban dari teman untuk SMS tersebut. Ada usul, biar pengirimnya jera ?

Dr Erna Nuraini Sigit
Jl KH Samanhudi 12 Pemalang 52311

***

Para Sopir Taksi di Semarang, Bersatulah

Kondisi riil dan objektif di Kota Semarang menunjukkan perbandingan jumlah taksi yang beroperasi lebih besar dari jumlah permintaan. Hal ini diperparah dengan munculnya perusahaan taksi baru yang salah satunya berada di Jl Raya Kaligawe Semarang.

Mohon pengusaha taksi dan pejabat terkait seperti eksekutif, legislatif, DLLAJR, Organda peduli dengan kondisi tersebut. Kami minta ada sedikit kecerdasan dan mau membuka mata serta tidak selalu menutup telinga untuk mengatasi persoalan penambahan taksi yang sudah tidak terkontrol lagi.

Bagaimana pun jika antarpengusaha taksi bertarung apalagi jika dibarengi kondisi yang syarat KKN dengan instansi terkait maka yang jadi korban adalah para sopir taksi Semarang. Saya imbau semua sopir taksi di Semarang bersatu membentuk organisasi tunggal nonprovit dalarn rangka mengimbangi arogansi pengusaha dan penguasa yang menindas kita.

Ketua SP New Atlas Taxi
Mochamad Fauzi SSi

***

Budaya Pasemon

Sampai milenium ketiga ini ternyata budaya pasemon masih eksis di tengah-tengah kita. Seperti dialog yang dipandu Mas Prie GS beberapa waktu lalu yang mengusung imbas Bangkinang, Riau mendapat telepon, isinya menurut Mas Prie disebut alus tapi sengak.

Penelpon minta agar para guru menunjukkan kinerjanya dulu, baru menuntut gaji lebih. Bahkan yang jauh lebih sengak, katanya para koruptor itu dulu hasil didikan guru. Benar-benar arum jamban. Sebagai guru saya dibuat susah tidur oleh usulan si penelpon tersebut.

Untuk itu saya tuangkan gagasan ini lewat surat pembaca agar tidak menjadi racun. Sebenarnya bukan semata masalah gaji, kalau guru menuntut anggaran pendidikan. Guru agar menunjukkan kinerjanya, yes. Tapi bayangkan. Saya mengajar di kelas satu SD murid 29 anak, tapi buku Bahasa Indonesia yang laik pakai hanya 11 buah.

Pada hal buku itu sangat penting. Itu pun masih ditambah kondisi bangunan mengkhawatirkan. Hujan lebat seperti akhir-akhir ini, benar-benar menakutkan, bila atap roboh menimpa anak-anak. Nah, kalau anggaran pendidikan cukup, pasti bisa menjawab semua "impian." Buku dan alat pelajaran lengkap. Gedung sekolah rusak segera diperbaiki. Last but not least, gaji guru ditingkatkan.

Soal koruptor, memang waktu sekolah, mereka didik oleh guru. Tapi saya berani garansi 3 windu bukan tahun, guru tidak pernah mengajari teknik korupsi. Ibarat petani, guru selalu menanam padi. Tentu kelak berharap tumbuh padi. Kalau ternyata tumbuh ilalang, itu semata atas kuasa Tuhan.

Jadi dengan budaya pasemon dapat katakan secara umum: ngono ya ngono, ning aja ngono atau aja waton ngomong, ning ngomong nganggo waton.

Parsum AMa Pd
Kalisalak Rt 3/Rw 12 Kebasen, Banyumas

***

Tawaran untuk Caleg

Saya mewakili warga satu RT dengan jumlah 54 KK terdiri atas 204 daftar pemilih sah. Warga telah sepakat akan menyumbangkan suara kepada salah satu caleg parpol/DPD dengan syarat mau membantu kesulitan masalah pembangunan kampung.

Saat ini di lingkungan ini sedang melaksanakan pembangunan mushala yang hampir selesai 60%. Selain itu akan melakukan pavingisasi jalan dengan panjang 1200 dan lebar 3 meter. Kepada para caleg bisa menghubungi 081.22894473. Sebab selain 100% warga akan memilih Anda, warga juga akan mengajak saudara, teman atau kenalan untuk memilih Anda. Tawaran ini semoga bisa dimanfaatkan.

Akhmad Mulyono
Bangetayu Kulon Rt 5/Rw 2 Genuk, Semarang


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA