
| Jumat, 19 Maret 2004 | Sala |
Jangan Timbulkan KeresahanKARANGASEM- Sekretaris Komisi D DPRD Surakarta, Drs Bandung Joko Suryono SH mengingatkan Pemkot setempat agar segera melakukan tindakan riil atas rencana pelebaran Jalan Katamso Solo. Sebab jalan sebagai sarana penunjang tersebut terkait dengan rencana pembuatan jalan layang (fly over) di simpang tujuh Joglo. Bila tidak, dikhawatirkan semakin menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
"Kalau benar akan melebarkan jalan sehingga perlu membebaskan tanah, segera saja dikoordinasikan dengan legislatif. Jangan sekadar wacana tanpa ada kejelasan. Rencana ini tentu berpengaruh besar pada masyarakat setempat, yang berujung pada keresahan," kata Bandung, kemarin. Anggota Dewan dari Partai Golkar itu menganalogkan dengan rencana pembuatan Terminal Terpadu di kawasan Mojosongo, yang sempat dimunculkan pada 2001 lalu. Begitu rencana tersebut beredar, harga tanah di Mojosongo menjadi membubung tinggi. Tidak hanya itu, beberapa warga telah menyiapkan beberapa lahan untuk menunjang rencana pembuatan terminal terpadu. "Padahal proyek tersebut sudah sangat diharapkan masyarakat setempat. Tapi ternyata sejak tiga tahun lalu diembuskan, sampai kini tidak ada kejelasannya."
Akibat tidak adanya kejelasan, maka semakin menurunkan citra Pemkot di mata masyarakat Solo. Akhirnya, kata Bandung, membuat masyarakat apatis terhadap rencana pembangunan yang akan dilakukan Pemkot. "Kalau demikian terus, warga menjadi tidak antusias lagi dengan rencana-rencana tersebut. Karena itu, kami hanya mengingatkan Pemkot agar tidak bermain dengan wacana yang menimbulkan keresahan masyarakat," kata dia. Bila rencana tersebut direalisasikan, DPRD pasti memberikan dukungan penuh atas rencana itu. "Kalau seperti ini kan berkesan meninggalkan legislatif. Jika pembangunan tersebut pasti, tentu DPRD akan memberikan goodwill yang jelas. Mengingat proyek itu juga untuk kemajuan Solo dan warganya."(G13-86s) |